5 Makam Hanyut Tergerus Aliran Kali Begok, Kini Giliran Pemukiman Warga yang Terancam

66
Kali Begok Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kotaagung Sempat dinormalisasi pada 2018 lalu. Namun kini warga berharap agar dibangun talud di Kali Begok sehingga air tidak meluap saat hujan deras. Foto dok

KOTAAGUNG- Masyarakat di lingkungan Kapuran Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus terutama yang tinggal di tepi sungai Kali Begok berharap agar sepanjang aliran sungai tersebut dibangun talut penahan tanah. Pasalnya, setiap hujan selain menyebabkan pengikisan juga meluap kepepumikan warga.

Menurut warga setempat, Natalin mengatakan bahwa salah satu alasan pentingnya dibangun talut di bantaran kali begok tersebut karena saat datangnya musim hujan, air sungai meluap dan masuk ke rumah warga. Hal tersebut disebabkan kurang lancarnya aliran air sungai. Selain itu tanah dibantaran sungai juga tergerus, sehingga mengakibatkan berpindah-pindahnya aliran sungai.

“Saat hujan deras, disini sering kebanjiran hingga mencapai 30 cm masuk kedalam rumah. Kejadian beberapa waktu yang lalu sedikitnya ada 3 RT yang terendam banjir, yakni RT 10,14 dan RT 16 ini,” katanya.

Selain itu, lanjutnya Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik warga Pasar Madang yang terletak di seberang sungai, sudah banyak tergerus yang diakibatkan oleh pindahnya aliran sungai, apalagi kultur tanah dilokasi tersebut merupakan pasir dan bebatuan kecil (Kerokos) sehingga sangat mudah terbawa oleh arus air.

“Setidaknya sudah ada 5 kuburan yang jebol bahkan jenazahnya sampai hanyut dibawa aliran sungai,” terang nya.

Diketahui sebelumnya bahwa aliran sungai kali begok merupakan sungai buatan untuk memindahkan aliran sungai Waytuba yang terletak diujung aliran sungai (Muara) untuk mengurangi debit air yang melintas ditengah perkampungan, selain itu sungai tersebut juga merupakan batas wilayah antara Kelurahan Kuripan dan Pasar Madang dengan wilayah Pekon Terbaya Kecamatan Kotaagung, pada saat itu sungai buatan tersebut dikerjakan oleh dinas PU Provinsi dengan memasang beronjong, namun saat ini material beronjong tersebut sudah tidak ada lagi dan habis terbawa arus, sehingga saat ini kondisi sungai semakin menyempit sehingga tidak mampu menampung debit air pada saat musim hujan, serta bantaran sungai merupakan tanah pasir yang sangat rentan tergerus. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here