Normalisasi Way Semuong, BPBD Kerahkan Lima Alat Berat

230

BANDARNEGERISEMUONG–Lima unit alat berat akan dikerahkan untuk melakukan normalisasi sungai Way Semoung. Saat ini usulan peminjaman alat berat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih dalam proses.

Kepala Pelaksana BPBD Ediyan M. Thoha menyampaikan, normalisasi sungai Way Semoung dilaksanakan, lantaran kondisi sungai telah mengalami sedimentasi, sehingga antara bibir sungai dengan pemukiman masyarakat yang jaraknya hanya sekitar 200 meter telah rata, dan dikhawatirkan jika hujan kembali mengguyur akan menggenangi pemukiman penduduk seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kita juga sudah duduk bersama dengan pihak kecamatan, kepala pekon dan masyarakat disana. Hasilnya disepakati bahwa sungai dengan panjang sekitar 1 kilometer itu akan dinormalisasi, saat ini peminjaman alat berat sedang kita upayakan, karena minimal empat hingga lima alat berat akan dikerahkan,”kata Ediyan M. Thoha, didampingi Budiman Fungsional Penata Penanggulangan Bencana, Rabu (2/11).

Ediyan menjelaskan, bahwa saat ini telah ada dua titik yang sudah menjadi anak sungai, hasil luapan sungai Way Semoung. Anak sungai tersebut lurus hingga kepemukiman penduduk, tidak hanya itu sedimentasi di sungai Way Semoung juga banyak terjadi bahkan ketinggiannya melebihi dataran pemukiman penduduk.

“Sesegera mungkin kita akan upayakan peminjaman alat berat. Dan perlu diketahui juga bahwa musibah banjir terjadi dimana mana, salah satunya banjir bandang di Kabupaten Lampung Selatan, sehingga alat berat tengah melakukan penanganan disana, dan MoU kita terkait dengan peminjaman alat berat tertunda,”bebernya.

Mengingat persolan ini urgent, BPBD Tanggamus juga tengah menggagas pengajuan program usulan ke provinsi serta pusat untuk membangun talud secara permanen. Hal itu bukan tanpa alasan, sebab dengan potensi sungai yang kemudian akan meluap sehingga dampaknya akan sangat dirasakan oleh masyarakat, lahan perkebunan dan pertanian akan tergenang sehingga kerugian yang ditimbulkan juga akan semakin besar.

“Jadi selain normalisasi, yang saat ini tengah menunggu alat berat. Proposal ajuan terkait dengan pembangunan talud permanen kepada provinsi maupun pusat akan kita sampaikan,”terang Ediyan.

Selain di Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS). BPBD lanjutnya juga telah melakukan upaya penangganan banjir di kecamatan lain, seperti Semaka, Wonosobo, Kotaagung Barat hingga pembuatan jembatan darurat di Kecamatan Sumberejo.

Penanganan di Kecamatan Semaka menurut Ediyan,ada tujuh titik tanggul yang jebol, sehingga mengakibatkan meluapnya air ke pemukiman, pesawahan dan juga tambak di Pekon Kacapura telah ditutup, serta pembuatan dapur umum telah dilakukan dan saat ini masyarakat telah beraktivitas seperti biasanya.

“Lalu untuk Kecamatan Wonosobo dan Kotaagung Barat, tanggul yang jebol di Pekon Bandar Kejadian dan Negara Batin juga telah dilakukan penutupan, dan saat ini tengah dalam proses, lalu terkait dengan ambruknya jembatan penghubung antara pekon Kebumen Kecamatan Sumberejo dengan Pekon Kemuning Kecamatan Pulau Panggung telah kita lakukan assessment, kemungkinan akan dibangun jembatan darurat,”tandas Ediyan.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here