Penyaluran BLT BBM Capai 88,03 %

124
Penyaluran BLT BBM: Capaian persentase penyaluran BLT BBM di Tanggamus mencapai 88,3 persen. Tampak salah satu warga tengah mengambil bantuan BLT BBM di Kecamatan Pematang Sawa belum lama ini. Foto Hanibal Batman

KOTAAGUNG–Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Tanggamus menyatakan, bantuan langsung tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) telah terealisasi mencapai 88,03 persen. Sementara data keseluruhan jumlah penerima BLT BBM di Tanggamus mencapai 69.573 penerima manfaat.

Kepala Dinas Sosial Zulfadli, mengatakan, melihat persentase capaian realisasi penyaluran BLT BBM per tanggal 20 September 2022 tersebut maka dirinya optimis dalam waktu dekat ini penyaluran bantuan BLT BBM rampung. Capaian persentase tersebut lanjutnya, merupakan tertinggi jika dibandingkan dengan kabupaten/kota seperti Pesawaran, Bandarlampung, Lampung Selatan maupun Pringsewu

“Jadi sistem penyalurannya, semua data penerima diserahkan oleh Kementerian Sosial kepada Kantor Pos dan mereka yang menyalurkannya, berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten melalui disos, lalu kita menggerakan tim SLRT kecamatan, maupun pekon, jadi kita dukung kendati kantor pos yang ditugaskan termasuk TNI dan Polri juga ikut membantu,”kata Zulfadli, Rabu (21/9).

Zulfadli juga menerangkan, melihat jumlah penerima BLT BBM tersebar di berbagai pekon, dan tidak memungkinan mereka akan datang secara langsung ke satu titik karena jarak, maka diputuskan pembagian BLT BBM juga juga dilakukan diberbagai titik seperti kantor pekon, hal ini bertujuan guna mempermudah masyarakat sehingga tidak terlalu jauh serta pelayanan menjadi lebih cepat.

“Jadi seperti Kecamatan Kelumbayan semula hanya satu titik, menjadi empat titik, termasuk Bandarnegeri semuong yang semula di Kecamatan Wonosobo sekarang ini dibagikan di kantor Kecamatan Bandarnegeri Semuong,”jelasnya

Ia juga tak menampik, jika penyaluran BLT BBM disertai dengan kegiatan vaksinasi. Namun dalam hal ini tidak ada unsur pemaksaan, salah contoh di Kecamatan Kelumbayan yang tidak bisa dilaksanakan, persoalan vaksinasi sendiri menurutnya kalah sulitnya untuk mengumpulkan masyarakat di satu titik, sehingga pada saat penyaluran BLT BBM, penerima dianjurkan untuk juga dapat mengikuti kegiatan vaksinasi.

“Namun ada juga dibeberapa kecamatan bisa dilaksanakan, seperti Wonosobo, Cukuh Balak maupun Bandarnegeri semuong, disana telah disiapkan poskonya, jadi tidak ada unsur pemaksaan, melainkan dianjurkan karena ini juga merupakan program pemerintah,”tandas Zulfadli. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here