Fasilitas Kampus Baru Perlu Diikuti Peningkatan Produktivitas Dosen dan Mahasiswa

224

YOGYAKARTA, RADARTANGGAMUS.CO.ID – Perkuliahan semester gasal tahun akademik 2022-2023 di berbagai program studi Universitas Widya Mataram (UWM) mulai berlangsung di Kampus Terpadu Jalan Tata Bumi Selatan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Senin (12/9/2022).

Rektor UWM,.Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, mengawali kuliah untuk mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.

“Kalian beruntung sebagai mahasiswa baru langsung kuliah di gedung baru Kampus Terpadu UWM ini,” kata Edy.

Selama ini, terang Edy, kita menempati ruang-ruang kelas di kampus nDalem Mangkubumen. ‘Selama 40 tahun kita memahami dan memaklumi ruang-ruang bangunan didesain untuk calon raja Kerajaan Mataram yang dibangun 1874. Kemudian, nDalem Mangkubumen itu untuk kuliah kedokteran UGM, menyusul UWM menggunkan untuk kampus sejak 1982,” kata Edy.

Dengan nada bercanda, Prof Edy Suandi Hamid mengajak mahasiswa kuliah malam di kampus nDalem Mangkubumen.

Menurutnya, situasinya sangat berbeda dengan tempat lain pada umumnya karena bangunannya megah, klasik, dan menjadi monumen sejarah. “Kalian sebagai mahasiswa baru menempati gedung baru dan ruang kuliah cukup representatif,” ungkap Edy.

Ahli ekonomi pembangunan itu menyampaikan, ruang-ruang kelas di Kampus Terpadu UWM cukup representatif. Ruangnya tidak mewah. Bila dilihat ruang-ruang kuliahnya sangat memadai.

Prof Edy Suandi Hamid menyatakan, keberadaan kampus terpadu yang didukung fasilitas ruang kuliah, relatif representatif. “Perlu diikuti dengan produktivitas akademik dan non-akademik para dosen dan mahasiswa,” tandasnya.

Bagi Edy, ruang kelas dalam gedung baru yang cukup representatif itu, diharapkan proses belajar mengajar bisa lebih baik. “Produktivitas dosen dan mahasiswa harus meningkat,” kata Edy, yang berharap para mahasiswa serius, jangan main-main, tidak sekadar mendapat ijazah.

Mahasiswa kuliah mendapat ilmu pengetahuan, memiliki karakter dan kompetensi. Kemudian, mahasiswa berpikir jangka panjang.

“Sejak hari pertama kuliah harus berpikir optimis tentang rencana paska kuliah strata satu dan mahasiswa jangan berpikir orang tuanya miskin, lulus kuliah S1 saja sudah bagus,” papar Edy.

Mahasiswa harus optimis, punya rencana ke depan untuk kuliah jenjang S2 dan S3. “Kuliah gunakan beasiswa. Saya kuliah S1, S2, dan S3 biaya dari beasiswa. Berpikir usai S1 kuliah lagi S2 dan S3, cari beasiswa,” kata Edy, yang singgung soal kuliah sambil bekerja.

Prof Edy Suandi Hamid menyatakan, itu sangat bagus. Syaratnya harus disiplin waktu. “Walaupun bapak saya memiliki kecukupan finansial untuk membiayai kuliah, saya kuliah sambil bekerja sekaligus menjadi aktivis di organisasi kampus dan organisasi di luar kampus. Saya pun lulus kuliah. Jadi, kuliah sambil bekerja itu bagus, syaratnya disiplin waktu, jangan sampai drop out kuliah,” kata Edy.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Jumadi, mengatakan, mahasiswa harus mengikuti perkembangan di luar kampus, termasuk perkembangan referensi atau rujukan kuliah.

“Apabila tidak memungkinkan membeli buku, mahasiswa bisa mengakses berbagai jurnal berbayar maupun gratis sebagai pendukung mata kuliah,” kata Jumadi.

Kalau judul refensinya tahu, Jumadi memiliki e-booknya. “Saya dengan senang hati untuk berbagi dan manfaatkan teknologi internet untuk mencari refensi sebanyak-banyaknya,” ungkapnya.

Tujuh kelas menjadi saksi pemakaian perdana ruang kelas di Kampus Terpadu UWM. Kapasitasnya beragam, dari 32 sampai 60 kursi.

Ketua Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Paharizal, S.Sos, MA, masuk kelas mata kuliah “Pengantar Sosiologi” untuk mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, Ilmu Komunikasi, dan Sosiologi.

Sebanyak 60 mahasiswa dari tiga program studi mengikuti mata kuliah Pengantar Sosiologi, yang pelaksanaan kuliahnya digabung menjadi satu kelas.

Kuliah perdana di kampus baru tersebut nuansanya penuh semangat, baik dosen maupun mahasiswanya. Sebagian besar mahasiswa sudah berada di kelas sebelum perkuliahan mulai. Sebagian dari mereka mondar-mandar mencari ruang kuliah karena belum hafal.

Fajar Bayu, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, menyatakan, kampus baru ini relatif nyaman dan menyenangkan. “Gedungnya baru jadi semangat,” kelakar alumni SMAN 1 Pleret Bantul, yang mengaku memilih kuliah di UWM karena tertarik dengan masalah administrasi publik. (fan/mar/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here