Bank Mandiri Fasilitasi Pengembangan Akses Kartu ATM Bank Eka

617

Siapkan cobranding kartu prabayar e-money

BANDARLAMPUNG–Bank Mandiri terus berkomitmen mendorong digitalisasi layanan perbankan di tanah air untuk memperluas akses masyarakat pada layanan keuangan. Terkait hal itu, Bank Mandiri telah menyepakati kolaborasi dengan PT BPR Eka Bumi Artha (Bank Eka) untuk menjadi bank induk dalam perluasan akses kartu ATM.

Dalam Kerjasama ini, Bank Mandiri sebagai bank induk akan memfasilitasi pemegang kartu ATM Bank Eka agar terhubung ke jaringan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) melalui Artajasa sebagai perusahaan switching yang mendukung koneksi ini.

Menurut Direktur Commercial Banking Bank Mandiri, Riduan, kolaborasi ini sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia atau PBI No. 19/8/PBI/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang mengatur bahwa BPR dan BPRS dapat terhubung dengan GPN melalui bank umum atau bank umum syariah.

“Kerjasama ini merupakan inisiatif perseroan untuk memberikan nilai tambah bagi nasabah Bank Eka melalui strategi perluasan akses kartu ATM sehingga dapat bertransaksi di mesin ATM bank apapun yang terhubung ke Artajasa,” kata Riduan dalam keterangan resminya, Kamis (28/7).

Saat ini, tercatat lebih dari 81.823 mesin ATM yang terhubung pada jaringan Artajasa yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia, termasuk lebih dari 13 ribu mesin ATM Bank Mandiri.

Tak hanya itu, Riduan menambahkan, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan BPR Eka dalam penerbitan co-branding kartu prabayar e-money. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong implementasi program Gerakan Nasional Non Tunai di Indonesia.

“Kerjasama ini merupakan implementasi visi Bank Mandiri untuk menjadi partner finansial utama pilihan nasabah, dimana Bank Eka adalah salah satu debitur utama Bank Mandiri. Dengan sinergi ini, diharapkan Bank Eka akan terus berkembang dan mendukung sistem pembayaran nasional yang lancar, aman, efisien, dan handal, seiring perkembangan teknologi dan inovasi yang semakin maju, kompetitif, dan terintegrasi,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat kerjasama dengan Bank Eka, terutama dalam optimalisasi layanan perbankan lainnya agar saling memberikan benefit untuk kedua belah pihak.

“Tak hanya sampai di sini, kami berharap Bank Mandiri dan Bank Eka ke depan akan terus melakukan kolaborasi lainnya dimana kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.” ungkap Riduan.

Riduan menjelaskan, pihaknya sangat fokus dalam pengembangan bisnis kartu prabayar. Buktinya, hingga Juni 2022, Bank Mandiri telah menerbitkan 27,4 juta kartu berlogo e-money dengan rata-rata transaksi per bulan sebanyak 93,5 juta transaksi senilai Rp 1,65 trilliun. Saat ini, uang elektronik berlogo e-money dapat digunakan untuk melakukan transaksi di 175 ribu merchant yang berkerjasama.

Sementara Direktur Utama Bank Eka, Eko Budiyono, menyambut baik sinergi yang dilakukan antara Bank Eka dengan Bank Mandiri ini. Dia menyebutkan bahwa sebagai Bank Perkreditan Rakyat, Bank Eka memerlukan dukungan dari bank umum sebagai bank induk untuk bisa terhubung ke jaringan GPN dan mempercepat proses digitalisasi perbankan.

“Dengan kolaborasi ini, nasabah Bank Eka akan dapat menerima transfer dari bank lain dan sebaliknya, via layanan ATM. Di sisi lain, kami juga akan lebih efisien dalam mengelola mesin ATM tanpa harus membeli atau menambah di titik tertentu. Pasalnya, nasabah akan dapat bertransaksi di mesin ATM bank lain, baik transfer, tarik tunai, dan cek saldo,” tutur Eko.

Dia melanjutkan, peluncuran kartu e-money Bank Eka merupakan bagian dari ekspansi bisnis perseroan dalam mengembangkan inovasi alat pembayaran non tunai. Diharapkan, kehadiran e-money co branding ini akan dapat meningkatkan transaksi nasabah.

Selanjutnya, kartu e-money co branding Bank Eka akan dijual melalui kantor-kantor cabang Bank Eka yang tersebar di wilayah Lampung. Di mana pada tahap awal pendistribusian kartu akan difokuskan pada 14 kantor layanan Bank Eka.

“Nantinya, Kartu e-money Bank Eka ini akan dapat digunakan di merchant-merchant yang telah bekerja sama dengan Bank Mandiri, seperti di sektor transportasi dimana 70% transaksi dilakukan di gerbang tol, termasuk di ruas tol Sumatera yang terus berkembang, pembayaran parkir Bandara Radin Inten II Lampung, merchant retail, merchant kuliner, theme park, parkir maupun sektor potensial lainnya,” katanya.

Eko menambahkan, secara nyata sinergi Bank Eka dan Bank Mandiri ini merupakan cara agar BPR dapat meningkatkan daya saing sistem pembayaran nasional di industri perbankan nasional.(rls/zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here