Warga Waynipah Berharap Dibangun Jembatan Permanen

489
Hati hati : Warga pekon Way Nipah berhati hati saat melintas di jembatan yang dibangun menggunakan batang kelapa. Pemerintah pekon berharap pemkab melalui dinas terkait dapat mengupayakan pembangunan jembatan permanen yang juga merupakan penghubung ke kantor kecamatan tersebut. Foto Hanibal Batman

PEMATANGSAWA–Jembatan penghubung pekon yang berada di Pekon Way Nipah, Kecamatan Pematangsawa perlu perbaikan. Pasalnya jembatan tersebut hingga saat ini masih menggunakan batang kelapa.

Kepala Pekon Pematangsawa, Apriyal mengatakan jembatan tersebut merupakan penghubung pekon di kecamatan setempat yakni pekon Way Nipah, Pesanguan, Teluk Brak, Karang Brak, Tirom, Kaur Gading, Way Asahan, Tampang Tua dan Tampang Muda, melalui jalur darat. Maka daripada itu, dirinya mewakili seluruh kepala pekon di kecamatan setempat menginginkan agar Pemkab Tanggamus melalui dinas terkait, dapat membangun jembatan secara permanen.

“Kondisi saat ini, jembatan dibangun masih menggunakan pohon kelapa, langkah itu diambil agar mobilitas masyarakat baik pekon Way Nipah maupun pekon lainnya tidak terganggu, jembatan itu ambruk sekitar 1,5 tahun yang lalu,”kata Apriyal, Selasa (19/7).

Ketua Apdesi Kecamatan Pematangsawa ini juga menjelaskan, bahwa jika jembatan tersebut dibangun permanen, maka akan lebih nyaman jika dilintasi, warga tidak merasa was was saat kondisi hujan, dan tak kalah penting dari segi operasional akan lebih lama dibandingkan dengan jembatan kelapa, yang setiap lima atau enam bulan sekali harus diganti.

“Jadi lima atau enam bulan sekali, kita bersama sama dengan warga harus membangun ulang jembatan itu, karena sudah lapuk termakan usia, adapun anggarannya ada swadaya dari masyarakat dan juga pekon, semuanya bahu membahu, karena jika dibiarkan rusak maka mobilitas diwilayah ini akan lumpuh,”ungkap Apriyal.

Berbagai upaya, lanjut Apriyal telah dilakukan agar jembatan tersebut segera dapat dibangun, salah satunya ialah usulan melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan dan disampaikan langsung kepada perwakilan dinas terkait, akan tetapi hingga sampai saat ini belum juga terwujud. Namun pihak pekon dan kecamatan lanjut kakon tidak patah arang, langkah lain yang akan dilakukan ialah membuat proposal langsung ditujukan kepada Bupati Tanggamus.

“Nanti kita dan juga kecamatan akan membuat proposal khusus kepada Bunda Dewi, sehingga aspirasi kami ini benar benar dapat diprioritaskan, bukan semata mata kemauan pekon akan tetapi ini harapan dari seluruh masyarakat, karena apa, jalur disana bukan hanya penghubung antar pekon saja, akan tetapi juga ke kecamatan, puskesmas, dan juga sekolah,”ujarnya.

Senada disampaikan, Misyati warga pekon Guring, ia berharap jembatan itu agar segera dibangun, terlebih menurutnya ia kerap melintasi jalan tersebut karena keperluan pekerjaan. Ia juga mengakui, bahwa dirinya merasa was was ketika melintasi jembatan tersebut terlebih ketika kondisi hujan seperti saat ini.

“Kitakan tidak tahu, apakah jembatan itu masih kuat atau tidak, walaupun masih tetap bisa dilalui namun pada saat kondisi hujan badan jembatan dari kelapa akan licin, khawatir terpeleset dan jatuh, kami sangat berharap agar jembatan itu bisa dibangun,”tandasnya. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here