Riana Sari Arinal : Stunting Bisa Turunkan Kualitas SDM

364
Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani menyerahkan cinderamata kepada Ketua TP PKK Provinsi Lampung Hj Riana Sari Arinal. Foto Uji Mashudi

KOTAAGUNGTIMUR – Ketua TP PKK Provinsi Lampung Hj. Riana Sari Arinal melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanggamus, Selasa (19/7).

Kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi program desa dan kelurahan model konvergensi penanganan dan pencegahan stunting serta desa kelurahan ramah perempuan dan peduli anak itu dipusatkan di halaman SMKN 1 Kota Agung Timur.

Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mengatakan, penanganan permasalahan stunting penting dilakukan, karena stunting dapat berakibat pada menurunya kualitas sumber daya manusia.

“selain itu, stunting juga berpotensi menghambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar dan resiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi hingga obesitas,” katanya.

Berdasarkan survei data status gizi balita indonesia, capaian Provinsi Lampung dalam penurunan stunting sudah cukup baik dari 26,26 persen pada tahun 2019 menjadi 18,15 persen di tahun 2021.

“Dan ini masih dibawah angka stunting nasional yakni 24,4 persen,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani mengatakan, dalam menekan kasus stunting, seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Tanggamus dan instansi vertikal telah melaksanakan komitmen bersama penandatanganan dalam mendorong percepatan penanganan stunting.

“Selain itu, sudah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai langsung oleh Pak Wakil Bupati Tanggamus Hi. Am. Syafi’i. Dan kita juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menanggulangi masalah ini,” ujarnya seraya berharap angka stunting di Kabupaten Tanggamus dapat terus berkurang.

Disela-sela kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Lampung didampingi Bupati Tanggamus memberikan 100 paket sembako dan bantuan makanan tambahan berbahan dasar ikan kepada masyarakat, sebagai upaya untuk penanganan stunting.

Kemudian, bantuan stimulan budidaya ikan dalam ember dari Dinas Kelautan Provinsi Lampung, bantuan stimulan paket kebun berupa bibit tanaman, buah dan sayur. Stimulan 200 bibit ayam kampung dan telur untuk anak sekolah dalam upaya pencegahan stunting serta kursi roda dan tali asih untuk penyandang disabilitas. (Uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here