Pj Bupati Pringsewu Usulkan Jalan Nasional Diperlebar

130
Penjabat Bupati Pringsewu Adi Erlansyah meninjau kawasan Simpang Pemda Pekon Klaten, Bundaran Tugu Gajah dan Jembatan Way Bulok yang berada di Jalan Lintas Barat Sumatera, Rabu (22/6) Foto Mulyono

PRINGSEWU – Penjabat (Pj) Bupati Pringsewu Adi Erlansyah meninjau kawasan Simpang Pemda Pekon Klaten, Bundaran Tugu Gajah dan Jembatan Way Bulok yang berada di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera, serta Pasar Induk Pringsewu.

Kunjungan ini dalam rangka melihat dari dekat kondisi ruas jalan nasional yang melintasi ibukota Kabupaten Pringsewu, serta rencana pelebaran jalan negara, sekaligus melihat kondisi terkini pasar tertua di Bumi Jejama Secancanan.

Pada kunjungan tersebut, Adi Erlansyah didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Masykur Hasan, Kepala Bappeda Pringsewu A.Fadoli, Kadis Koperindag Malian Ayub, Kadis Lingkungan Hidup Nurfajri, Sekdis PUPR beserta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Kepala Bappeda Pringsewu A.Fadoli, mengatakan Pemkab Pringsewu telah mengusulkan pelebaran jalan nasional dan pembangunan pedestarian kepada Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Kaitan hal tersebut, pihaknya akan melakukan pembebasan tanah secara bertahap di sisi kanan dan kiri jalan masing-masing selebar 6 meter, yakni dimulai dari Bundaran Tugu Gajah Bulukarto menuju arah Kota Pringsewu, dimana sebagian sudah dibebaskan. “Namun demikian, karena masih sebatas MoU dengan pihak balai, pembangunannya belum akan dilakukan dalam waktu dekat, karena harus dicek terlebih dahulu oleh pihak balai”, katanya.

Sedangkan terkait rencana pembangunan Pasar Induk Pringsewu, Fadoli mengungkapkan bahwa proposal rencana pembangunan Pasar Induk Pringsewu ini sejatinya sudah disampaikan ke pihak Bappenas, akan tetapi semuanya membutuhkan proses. “Yang menjadi salahsatu permasalahan, diantaranya adalah terkait negosiasi kerjasama yang belum menemukan titik temu, antara pemerintah daerah dengan pihak investor selaku pengembang”, ungkapnya.

Kepala Bappeda Pringsewu juga memberi gambaran bahwa karena lokasi Pasar Induk Pringsewu berada di pusat kota yang merupakan titik pertemuan berbagai arus kendaraan, maka pasar direncanakan akan dikonsep seperti Pasar Tanah Abang Jakarta, dimana untuk area parkir berada di lantai dua dan tiga. “Sedangkan di bagian bawah dibuat untuk jalur perlintasan jalan, karena di sekitar lokasi tersebut ada sembilan jalan yang menuju ke satu titik yang menyebabkan rawan terjadinya kemacetan”, jelasnya. (Mul/Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here