Kini Bisa Tukar Sampah Dengan Emas di Pegadaian

84
Rombongan Kanwil III Pegadaian Palembang dan Kantor Pegadaian Lampung saat melihat peralatan pencacah sampah di Bank Sampah Tanggamus yang kondisinya sebagian rusak. Foto Rio Aldipo

KOTAAGUNG–Sampah umumnya dikenal sebagai hal yang tidak berguna, tapi kini dengan adanya Bank Sampah Tanggamus, sampah bisa bernilai ekonomi. Ya, kini warga bisa menukar sampah rumah tangga dengan uang dan bisa juga ditabung untuk selanjutnya ditukar dengan emas.

Program tukar sampah dengan mas ini digulirkan oleh PT .Pegadaian Persero yang bekerjasama dengan Bank Sampah Tanggamus. Kabag CSR Kanwil III Pegadaian Palembang Joko. NK Nugroho, menjelaskan bahwa sampah ditukar dengan emas merupakan program corporate social responsibilyty (CSR) dari Pegadaian yang telah bergulir sejak tahun 2015 lalu.

“Program yang digulirkan Pegadaian ini dalam rangka turut serta menjaga kebersihan lingkungan. Saat ini telah berjalan di 70 bank sampah se Indonesia dan Tanggamus salah satunya,”kata Joko yang ditemui disela penijauan Bank Sampah Tanggamus di Pedukuhan Waysom Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotagagung, Kamis siang (12/5).

Ditambahkan Kepala Departemen Non Gadai, Kantor Pegadaian Lampung, Tyas Ari Hidayat, bahwa dengan adanya kerjasama antara Pegadaian dengan Bank Sampah Tanggamus , masyatakat diedukasi untuk memilah sampah rumah tangga yang bernilai ekonomi seperti plastik,kardus dan kaleng bekas minuman.

“Selama ini kan mindset di masyarakat emas itu harga per gramnya Rp900 ribu hingga Rp1 juta, di kami ada emas digital yang harga per 0,1 gramnya Rp10 ribu, ini kalau dikumpulkan bisa menjadi 1 gram logam mulia, nanti kan setiap penukaran sampah sebagian dibayar cash sebagian lagi ditabung emas, setiap nasabah diberi buku seperti tabungan pada umumnya. Jadi selain mengajarkan kebersihan lingkungan kami juga mengedukasi untuk investasi,”jelas Tyas.

Dilanjutkan Tyas bahwa Pegadaian sudah bekerjasama dengan Bank Sampah Tanggamus terhitung Desember 2021, dari kerjasama yang terbilang baru tersebut, Pegadaian sudah memberikan bantuan motor roda tiga kepada pengurus Bank Sampah.” Selain memberikan CSR satu unit motor roda tiga, kami juga meninjau sejumlah peralatan dari bank sampah, memang ada sejumlah peralatan yang kondisinya rusak, nanti akan kami upayakan untuk membantu memperbaiki melalui CSR kami, tentunya kami melihat dulu progress kedepannya bagaimana, harapannya tentu bisa membaik sehingga masyarakat semakin masif dalam menyetorakan sampah produktif,”pungkas Tyas.

Sementara, Rodi selaku pengurus Bank Sampah Tanggamus, mengucapkan terimakasih kepada Pegadaian yang telah memberikan CSR berupa satu unit motor roda tiga. Dengan bantuan tersebut Rodi berharap dapat terus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah bisa bernilai ekonomi.

“Dengan adanya program dari Pegadaian ini, masyatakat dapat menukar sampah menjadi emas. Saat ini sudah ada beberapa shelter sampah yang menjadi binaan Bank Sampah Tanggamus, untuk di pekon (desa) ada 20 dan 14 sekolah mulai jenjang PAUD-SMA,”ujar Rodi.

Diungkapkan Rodi bahwa Bank Sampah Tanggamus menerima hampir semua jenis sampah rumah tangga, misal, untuk sampah plastik dihargai Rp2.000/kg dan kardus bekas Rp2.700/kg.” Harga itu tidak tetap, bisa naik bisa turun, selain sampah plastik dan kardus kami juga terima sampah pecah belah, untuk beling warna putih itu juga kami tampung,”katanya.

Masih kata Rodi, bahwa kendala yang dihadapi Bank Sampah Tanggamus saat ini adalah, tidak berfungsinya alat pencacah,kedepan dia berharap ada pihak yang dapat membantu memperbaiki alat pencacah tersebut.”Kan kalau sampahnya dicacah disini, bisa meningkatkan margin jadi tidak perlu jauh jauh lagi ke Pringsewu,cukup dicacah disini langsung dibawa ke Bandar Lampung, harapnya Pegadaian dapat membantu perbaikan alat pencacah,”pungkasnya.(ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here