L300 tabrak Honda Beat di Waygelang, Tiga Orang Tewas

3169
Foto Istimewa

KOTAAGUNG–Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) terjadi di Jalinbar ruas Pekon Waygelang Kecamatan Kotaagung Barat, Minggu pagi (23/1) antara kendaraan roda dua jenis Honda BeAt dengan kendaraan roda empat yang berdasarkan informasi mobil jenis bak terbuka pengangkut pasir.

Dalam peristiwa tersebut, tiga orang meninggal dunia, yang merupakan satu keluarga terdiri dari pasangan suami istri dan satu orang anak. Ketiganya berdasarkan informasi dari laman grup Facebook orang Kotaagung Tanggamus merupakan warga Pekon Waypanas.

Masih dari informasi video yang diunggah di grup Facebook Orang Kotaagung Tanggamus bahwa korban yang meninggal dunia terpental hingga perkarangan kebun yang berada dipinggir jalan, warga yang penasaran pun tampak mendekat ke lokasi kecelakaan.

Kanit Laka, Satlantas Polres Tanggamus, Brigpol Kuswanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan maut tersebut. “Iya betul ada kecelakaan di Jalinbar Waygelang Kotaagung Barat antara pemotor Honda Beat dengan L300 pengangkut pasir, meninggal dunia tiga orang,”kata Kuswanto melalui pesan singkat WhatsApp.

Namun untuk data lengkap korban pemotor dan pengemudi L300 dan juga kronologi kejadian, Kuswanto menyatakan bahwa personel Satlantas masih menggali informasi dari saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sehingga untuk sementara belum bisa menyampaikan data kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Pekon Way Panas Hadi Barto saat dikonfirmasi membenarkan jika tiga korban yang meninggal dalam kecelakaan tersebut merupakan warga Pekon Way Panas. Ketiganya adalah Edi Sutiawan (41), Helda (37) dan Naviya Keysa (6).

“Mereka dari tempat neneknya di Way Taman, Kelurahan Pasar Madang, Kotaagung mau pulang ke Pekon Way Panas. Tapi saat di Way Gelang mengalami kecelakaan,” ungkapnya.

Saat ini ketiga korban sudah dibawa pulang kerumah duka dan akan dimakamkan hari ini juga di pekon setempat.

Ditempat yang sama, Sekretaris Pekon Way Panas Panas Husni Thamrin menambahkan bahwa pihak pelaku yang diketahui merupakan warga Pekon Kusa mengaku akan bertanggungjawab atas peristiwa ini. Husni Thamrin juga berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus bisa memberi perhatian terhadap keluarga korban.

“Mereka dalam satu keluarga tersebut ada empat orang, terdiri dari tiga korban dan anak yang satunya yakni Aldi Peratama lagi mondok. Makanya kami berharap agar pemerintah daerah memberikan santuan kepada keluarga korban,” ungkapnya.(ral/uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here