Bupati Minta Semua Pihak Kawal Kegiatan PTM

144
Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SDN Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Kamis (9/9). Dalam kesempatan tersebut bupati menyampaikan kendati PTM telah diberlakukan akan tetapi protokol kesehatan senantiasa tetap diterapkan, utamanya kepada tenaga pendidik, kependidikan dan siswa. Foto Diskominfo

PUGUNG–Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID 19 Kabupaten Tanggamus meninjau pelaksanan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SDN Pekon Tiuh Memon Kecamatan Pugung, serta SDN 1 Banjarmanis, Kecamatan Gisting, Kamis (9/9).

Bupati menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan PTM terbatas yang dimulai Kamis 9 September 2021, tidak semua sekolah yang melaksanakan. Hal itu lantaran ada dua syarat yang harus dipenuhi sekolah untuk bisa menggelar PTM terbatas, mulai dari sarana prasarana pendukung hingga semua pendidik dan tenaga kependidikan harus 100 persen vaksin baik dosis pertama maupun dosis kedua. Hal inilah yang menyebabkan dari 999 satuan pendidikan dari jenjang PAUD-SMP yang diizikan untuk gelar PTM terbatas baru 391 sekolah dengan rincian PAUD berjumlah 154, PKBM lima, SD 123, SMP 28 dan TK 81.

“Sepanjang pantauan kami baik dari sarana dan prasarana sudah mencukupi dan kami sudah berdialog dengan peserta didik, anak-anak sudah sangat merindukan kembali untuk belajar tatap muka dikelas masing-masing bertemu dengan kawan- kawan dan gurunya,”kata Dewi Handajani

Dalam kesempatan itu, bupati kembali mengingatkan kepada pendidik, tenaga kependidikan dan siswa untuk disiplin dalam protokol kesehatan (Prokes) seperti memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, sehingga jangan sampai kegiatan PTM menimbulkan klaster baru penyebaran Covid 19 pada lingkungan sekolah.

“Saya juga meminta semua pihak untuk mengawal proses PTM agar dapat berjalan dengan lancar. Evaluasi tetap akan dilakukan oleh Pemkab Tanggamus hal itu karena keselamatan menjadi faktor penting yang harus didahulukan,” kata Bunda Dewi sapaan akrab bupati.

Bunda Dewi menjelaskan, pembelajaran tatap muka dilaksanakan mulai dari hari Senin sampai Rabu, sementara untuk hari Kamis dan Jumat akan dilakukan secara daring dan proses belajar juga dibagi dua shift pagi dan siang sehingga dalam satu kali pembelajaran dengan kapasitas murid 50 persen dari jumlah murid yang mengikuti pembelajaran di ruang kelas.

“Sementara bagi sekolah yang ada di kecamatan lain, yang belum melaksanakan PTM. Ada tim gabungan dari OPD yang telah kita bagi disetiap kecamatan, tugasnya bertanggungjawab dan melihat kesiapan dari PTM ini, jika sudah dipandang layak, dalam artian tenaga pendidik dan kependidikan semuanya telah divaksinasi, jika memang syarat belum dipenuhi maka akan ditunda,”ucap bupati.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Yadi Mulyadi, menambahkan, jumlah total satuan pendidikan mulai dari PKBM, PAUD, TK SD dan SD di Kabupaten Tanggamus berjumlah 999 dan sesuai dengan surat keputusan Menteri Pendidikan bahwa PTM bisa dilaksanakan bagi sekolah atau jenjang pendidikan yang sudah di vaksin 100 persen. Yang mana berdasarkan sumber dari Dinas Kesehatan dan Kecamatan sejumlah 391 sekolah yang diperbolehkan untuk PTM tahap awal.

“Selama 14 hari ke depan akan kita evaluasi bagaimana KBM atau PTM itu dilaksanakan karena memang PTM dilaksanakan, tetapi harus menerapkan protokol kesehatan seperti hand sanitizer disiapkan, mencuci tangan pakai sabun, serta pakai masker karena segala macam inilah sebagai awal untuk mengetahui kesiapan dari masing-masing sekolah dan sekaligus mensosialisasikan kepada peserta didik maupun pada pendidiknya,”tandasnya.

Turut mendampingi bupati dalam monitoring kegiatannya PTM terbatas tersebut,, Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, Dandim 0424/ Tanggamus Letkol Arm.Micha Arruan, Kepala Pelaksana BPBD Ediyan M. Toha, anggota DPRD Tanggamus, Camat Pugung Hardyasah, Kapolsek, Danramil serta uspika kecamatan.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here