Sidak di MTsN 1 dan SMPN 1 Kotaagung, Wabup Dapati Guru Tak Pakai Makser

316
Berikan Penjelasan: Wakil Bupati Tanggamus, Hi. AM. Syafi'i mengunjungi SMPN 1 Kotaagung. Kunjungan Wabup terkait dengan penekanan kepada tenaga pengajar terkait dengan protokol kesehatan, gun mencegah penyebaran virus covid-19. Foto Hanibal Batman.

KOTAAGUNG–Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM.Syafii melakukan inspeksi mendadak (Sidak) didua sekolah yang ada di Kecamatan Kotaagung yakni SMPN 1 Kotaagung dan MTsN 1 Tanggamus, Senin (5/4). Dari dua satuan pendidikan tingkat menengah pertama itu, wabup menyayangkan masih rendahnya kesadaran penerapan protokol kesehatan (Prokes) dilingkungan sekolah seperti penggunaan masker ditengah adaptasi kebiasaan baru.

Tempat pertama yang disambangi wabup adalah MTsN 1 Tanggamus, disini wabup mendapati guru yang berada dalam satu ruangan tidak memakai masker, kalaupun pakai namun tidak sebagaimana mestinya. Dalam kesempatan itu wabup menayakan kepada guru mengenai mengapa belum dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka hingga sampai saat ini.

“Mengapa belum KBM tatap muka ini karena komitmen yang telah disepakati yakni tentang penegakkan prokes ditengah pandemi Covid-19 utamanya dilingkungan sekolah tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya. Maka dari itulah kita jangan mengkambinghitamkan vaksin bagi tenaga guru yang belum dilaksanakan, namun mari kita introspeksi diri masing-masing, apakah komitmen yang kita sepakati terkait dengan protokol kesehatan menggunakan masker itu telah kita lakukan secara benar,”kata Syafii.

Usai di MTsN 1 Tanggamus, Wabup bergegas ke SMPN 1 Kotaagung, disini lagi-lagi mendapati ada guru yang tidak memakai masker hingga pemakaian masker secara asalan. Di SMPN 1 Kotaagung Wabup menekankan kepada para guru agar penggunaan masker lebih diintensifkan, terlebih guru menjadi contoh sebagaimana halnya dengan para pemimpin didaerah yang juga menjadi panutan masyarakat.

“Misalnya bupati atau wakil bupati sudah tidak menggunakan masker dimasa Pandemi Covid-19 ini tentu akan dicontoh oleh masyarakat, hal itu sama halnya dengan guru.Untuk itulah mari tanggungjawab ini kita lakukan bersama sehingga KBM tatap muka bisa terlaksana,”urai Syafi’i.

Dalam kesempatan itu, lagi-lagi wabup menekankan pentingnya penerapan prokes dimasa adaptasi kebiasaan baru dan hal ini harus dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, baik itu ASN, guru, pegawai swasta dan lainnya.

“Apa yang dilakukan pemerintah saat ini, semata mata untuk kepentingan kita juga, terlebih lagi kita sebagai aparatur negara serta guru harus menjadi teladan, dan contoh bagi semuanya, maka daripada itu sekali lagi saya mengharapkan komitmen ini kita sepakati bersama,”tandas Syafii. (iqb).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here