Pedagang Minta Renovasi Pasar Talangpadang Usai Idul Adha

446

KOTAAGUNG–Komisi II DPRD Tanggamus melakukan audensi dengan pedagang pasar Talang Padang, hal ini terkait dengan rencana pembangunan pasar setempat, dimana pedagang menginginkan pembangunan dilakukan usai hari Raya Idul Adha yakni Juli 2021 mendatang.

Anggota DPRD Tanggamus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fakhruddin Nugraha menerangkan, keinginan pedagang dilakukan pembongkaran dilanjutkan dengan pembangunan pasar tersebut beralasan karena pada bulan Juni-Juli tersebut tengah masa panen hasil bumi, sementara Pasar Talang Padang sendri bergantung pada hasil bumi, sehingga pedagang menginginkan pembongkaran dilakukan usai Idul Adha atau bulan Agustus mendatang.

“Mereka bukan menolak pembangunan, dan kami meminta kepada pengembang dan dinas terkait agar mempertimbangkan masukan masukan dari para pedagang tersebut, agar supaya mereka menjadi subjek bukan hanya menjadi objek pembangunan,”kata Fakhruddin Nugraha, Kamis (25/3).

Fakhruddin menambahkan, DPRD dalam hal ini masih wait and see, antara kesepakatan pedagang dan pengembang yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi, Usaha kecil dan menengah, perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag), pedagang juga dalam hal akan membahas terkait dengan kesepakatan tersebut lantaran berkaitan dengan nasib ratusan pedagang yang lain.

“Tidak menutup kemungkinan kita kembali melakukan rapat dengan dinas terkait. Untuk memastikan agar pembangunan dilakukan tidak seperti dulu, pembangunan pasar Talang Padang carut marut, sehingga sampai saat ini kurang maksimal tidak ditempati, lalu penempatan pedagang karena mereka menjanjikan diprioritaskan bagi pedagang lama, ini akan kita diskusikan lagi,
Lalu hal lainnya, kami dai DPRD meminta agar pengembang memperhatikan terkait dengan fasilitas umum, baik itu lahan parkir, WC umum, serta ruang terbuka hijau
pasar Talang Padang,”terangnya.

Terpisah, Kepala Diskoperindag Tanggamus Herri Heryadi melalui Kabid Perdagangan Ismail, menyampaikan, bahwa sejatinya pembangunan itu akan dilakukan pada Januari lalu, namun berdasarkan permintaan pedagang pada saat sosialisasi beberapa waktu lalu agar pembangunan dilaksanakan usai Idul Fitri 2021, dan terakhir permintaan dari pedagang agar pembangunan dilakukan usai Idul Adha. Menyikapi hal tersebut menurutnya sesuai dengan MoU bahwa peraturan yang telah ditetapkan harus segera dilaksanakan.

“Jadi kita berharap, agar pembangunan dilaksanakan setelah hari lebaran idul Fitri, dan kita menyampaikan kepada perwakilan pedagang yang hadir dalam rapat kemarin agar menyampaikan kepada pedagang lainnya, meminta kebijaksanaan bahwa pasar tersebut dibongkar setelah idul Fitri, hal ini agar para pedagang pada tahun berikutnya yakni 2022 sudah menempati kios, toko serta ruko tersebut,”terangnya.

Kendati pembongkaran dilakukan menurutnya, para pedagang masih bisa berjualan di tempat penampungan sementara, sehingga tidak ada kekahawatiran para pedagang tidak bisa berjualan, lalu terkait dengan penempatan para pedagang lama yang akan menempati kios tersebut, ia menerangkan bahwa pedagang lama yang mendaftar lebih dahulu itu yang akan diprioritaskan, dalam waktu tenggat satu minggu untuk untuk melakukan pendaftaran bagi pedagang lama.

“Untuk jumlahnya, sekitar 364 unit. Terdiri dari ruko, toko dan hamparan, lalu disana juga nanti ada ruang terbuka hijau, area bongkar muat, mushalla, WC umum bahkan ruang laktasi, tempat cuci tangan serta dilengakapi dengan CCTV, karena ini telah melalui rapat melibatkan OPD terkait,”tandasnya.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here