Pekon Sinar Saudara Raih Predikat Pekon ODF

345
Pemerintah Pekon Sinar Saudara, Kecamatan Wonosobo mendeklarasikan sebagai pekon yang sudah bebas BAB disembarang tepat atau Pekon Open Defecation Free (ODF). Foto Zepta Heryadi

KOTAAGUNG–Pekon Sinar Saudara, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus ditetapkan sebagai pekon yang bebas dari buang air besar (BAB) di sembarang tempat atau Open Defection Free (ODF).”Alhamdullilah dari 302 pekon se- Tanggamus, Pekon Sinar Saudara mendapat urutan ke 5 yang bebas dari BAB sembarang tempat,”kata Pj Kepala Pekon Sinar Saudara Surizal kepada Radar Tanggamus, kemarin (23/2).

Menurut bang Izal panggilan akrab Surizal, penetapan ini setelah sebelumnya telah dilakukan deklarasi yang dihadiri berbagai pihak diantaranya tim Kesehatan dari Provinsi, UPT Puskesmas Wonosobo, Uspika, Polsek, Babinsa dan masyarakat setempat.”Yang pastinya ini salah satu bentuk dukungan kami terhadap program Bupati Tanggamus yakni 55 aksi Asik,”terangnya.

Surizal mengaku pengadaan jamban sehat ini salah satu bentuk upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat melalui penyediaan sanitasi pembuangan limbah warga yang memenuhi standar kesehatan.”Alhamdullilah, sekarang semua masyarakat sudah mempunyai jamban sehat,”ungkapnya.

Sementara itu Tim Pengelola Kerjaan (TPK) Pekon Sinar Saudara Mus Mualim mengatakan, pada Tahun 2020 lalu pemerintah pekon telah membangun sebanyak 125 unit jamban sehat dengan menggunakan anggaran dana desa.”Totalnya ada 125 rumah yang kita bangun jamban sehat,”kata dia.

Menurutnya, 125 jamban yang dibangun itu sebenarnya sudah termasuk penambahan, karena pendataan pertama hanya dianggarkan 89 titik, namun setelah pekerjaan berlangsung ternyata banyak warga yang menyampaikan jika dirumahnya tidak memiliki jamban. Berdasarkan musyawarah pekon maka dilakukan penambahan sebanyak 36 titik sehingga total yang dibangun 125 unit.” Nah, rinciannya yang kita bangun yakni, didusun 1 sebanyak 57 titik, Dusun II sebanyak 22 titik, Dusun III sebanyak 23 titik dan Dusun IV 23 titik. Kemudian semua pengerjaannya melibatkan masyarakat yang berada didusun masing-masing,”ujarnya.

Lebih jauh Mus Mualim mengungkapkan, jika ada oknum yang menyampaikan bahwa pekerjaan pengadaan jamban satu shet yang dikerjakan secara swadaya alias gratis tersebut tidak sesuai spesifikasi itu tidak benar, karena apa yang dikerjakan sesuai usulan masyarakat.”Kalau ada yang menulis miring tentang program ODF ini saya pastikan oknum itu tidak pernah turun kelapangan, karena semua yang kami kerjaan sudah sesuai aturan yang ada,”pungkasnya.

Terpisah masyarakat setempat Asri Jumyadin mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung terkait program ODF ini, sebab semula masyarakat dirumahnya tidak memiliki jamban saat ini sudah ada, terlebih jamban tersebut dibangun secara gratis. Tentunya selain membantu masyarakat dalam hal pembiyayaan juga bisa hidup lebih sehat.”Senang mas, kalau sekarang mau BAB tinggal ke kamar mandi. Nah kalau dulu sembarangan aja,”tutupnya dengan raut sumringah. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here