Vaksin Sinovac, Aman Di Tanggamus

97
Tenaga kesehatan UPT Puskesmas Kotaagung menunjukkan vaksin Sinovac yang digunakan untuk memvaksin 10 tokoh dan para nakes se Tanggamus. Sejauh ini tidak ada keluhan berarti dari para nakes yang disuntik vaksin Sinovac. Foto Rio

KOTAAGUNG–Dinas Kesehatan Tanggamus menyatakan sampai saat ini tidak ada laporan gejala dampak vaksinasi Covid-19 dari dosis pertama. Dan kini masa vaksinasi dosis kedua.

Sekretaris Dinas Kesehatan Taman Prasi, mendampingi Kepala Dinas Kesehatan Taufik Hidayat mengatakan, timbulnya gejala vaksinasi akan direspon dalam kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Hal itu sebagai bentuk pertanggungan negara yang menyelenggarakan vaksinasi.

“Sampai sekarang tim KIPI tidak memberikan laporan ada gejala yang timbul, tandanya tidak ada dampak dari vaksinasi Covid-19,”kata Taman Prasi.

Ia mengaku, anggota tim KIPI ada di tiap fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan vaksinasi Covid-19. Mereka terdiri dari dokter, paramedis yang berperan sebagai pengawas saat vaksinasi.

“Mereka ada di tiap puskesmas yang melaksanakan vaksinasi, tapi mereka bukan vaksinator, perannya mengawasi dan menangani jika terjadi dampak vaksinasi,”ujarnya.

Ia menambahkan, tim KIPI yang ada di tiap fasilitas kesehatan juga selalu siap kapan saja saat ada gejala dampak vaksinasi. Begitu pun dengan peralatan pertolongan seperti oksigen dan obat-obatan.

“Kalau keluhan paling pegal-pegal saja habis disuntik, atau ketakutan saat disuntik. Sebab banyak juga tenaga kesehatan yang takut disuntik. Mereka memang berani menyuntik tapi kalau disuntik banyak juga yang takut,” ujar Prasi yang mengaku sudah terima dosis kedua.

Dengan tidak adanya laporan sampai habis masa vaksinasi dosis pertama maka vaksin merek Sinovac aman. Dan selanjutnya masih dipantau pasca pemberian dosis kedua sampai 14 hari ke depan.

“Tim KIPI akan terus ada sampai masa vaksinasi Covid-19 berakhir. Dan mereka selama ini juga ada karena program imunisasi balita ada secara rutin,” terang Prasi.

Vaksinasi Covid-19 saat ini adalah masih dalam masa kick off, Sebab sasaran orang yang divaksin dibatasi yakni pejabat publik dan para tenaga kesehatan yang sekaligus paling rawan terpapar Covid-19, saat ini pemberian vaksin dosis kedua untuk para tenaga kesehatan masih berlangsung. Dan dalam pelaksanaannya tetap melakukan screaning.

“Setelah ini kalau ada gejala yang timbul setelah vaksinasi bisa segera lapor ke puskesmas tempat diberikan vaksinasi,”tandasnya. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here