BNNK Libatkan Pers Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba

254
Kepala Diskominfo Tanggamus Sabaruddin didampingi Kabag Umum BNNK Tanggamus Hendriyadi menyerahkan sertifikat workshop peningkatan kapasitas insan media untuk mendukung Tanggamus sebagai kabupaten tanggap ancaman narkoba, Kamis (18/2), di Aula Serumpunpadi Kecamatan Gisting. Foto Hanibal Batman

GISTING–Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanggamus melibatkan insan pers dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Hal itu terungkap dalam kegiatan Workshop peningkatan kapasitas kepada insan media untuk mendukung Tanggamus sebagai kabupaten tanggap ancaman narkoba, Kamis (18/2), di Aula Serumpunpadi Kecamatan Gisting.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, seperti dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Tanggamus, Praktisi Universitas Lampung, serta BNNK Tanggamus.

Dalam sambutan Kepala BNNK Tanggamus Kolbidi yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum BNN Tanggamus Henderiyadi mengatakan, kehadiran insan pers untuk upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sangat diperlukan, sebab tugas tersebut merupakan tanggung jawab bersama baik dari pihak BNN itu sendiri, insan pers dan khususnya orang tua.

“BNNK Tanggamus telah melakukan upaya pencegahan terhadap bahaya narkoba ini, dimana kita kerap hadir dalam acara pengajian, sekolah-sekolah, kelompok pengajian majelis taklim, dan ini merupakan rasa tanggung jawab terhadap pencegahan bahaya narkoba ini, tentu terlepas dari itu semua, BNNK Tanggamus tidak bisa bekerja sendiri dan perlu dukungan dari semua pihak salah satunya insan pers,”kata Hendri.

Ia menambahkan, P4GN merupakan salah satu gerakan yang memang telah dicanangkan sejak lama. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya waktu persoalan narkoba bukan menurun justru semakin menggurita, hal diakibatkan kurangnya pengawasan serta ada beberapa faktor baik lingkungan maupun lainnya.

Kemudian yang lebih penting adalah peran serta orang tua yang harus memberikan perhatian lebih kepada keluarganya khusus kepada anak anak.

“Orang tua harus menjadi teladan bagi keluarganya, seperti saya lihat sendiri di Gisting ini anak anak pada waktu saat nya istirahat tapi masih berkeliaran dijalan, kemana orang tua, ” ujar Hendri.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Tanggamus Sabaruddin menyampaikan, bahwa pendidikan Narkoba saat ini lebih dominan melalui media tekhnologi multi media, yang mencapai 85 persen dan 25 persennya melalui media konvensional. Namun dalam mengamankan generasi dari ancaman Narkoba, harus dilakukan bersama sama Pemkab, BNN, TNI, Polri dan juga insan Pers serta masyarakat.

“Peran media sangat penting dalam pencegahan peredaran Narkoba melalui publikasi dan edukasi yang mendidik generasi muda akan bahayanya Narkoba, persoalan Narkoba bukan hal yang baru, jadi yang harus ditekankan oleh semua elemen masyarakat dan institusi untuk lebih menegaskan komitmen dalam mencegah peredaran Narkoba sehingga generasi muda dan masyarakat terbebas dari Narkoba,”paparnya.

Senada disampaikan, oleh Darmawan Purba praktisi Unila, ia menjelaskan bahwa media memiliki peranan penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan bahaya narkoba, hal itu tidak terlepas dari peranan dari media yang juga merupakan salah satu eleman yang memiliki pengaruh langsung kepada masyarakat Terkait dengan penyalahan narkoba ini.

“Tidak dapat dipungkiri, media telah banyak berkontribusi terhadap perubahan perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita, kita berharap media ini juga dapat membawa perubahan sehingga masyarakat terhindar dari penyalahgunaan narkoba ini,”terangnya.

Kasi Rehabilitasi BNNK Tanggamus, Erwin Suciarni dalam materinya mengatakan bahwa sulitnya pemberantasan narkoba di Indonesia salah satunya letak geografis yang terdiri dari kepulauan kepulauan serta demogafis yang besar yang mencapai 250 juta jiwa sehingga berpotensi besar peredaran gelap narkoba.

“Untuk itu dalam rangka pemberantasan peredaran narkoba, BNN mempunyai program rehabilitasi narkoba bagi pemakai. karena pemakai ini adalah sebagai korban dari para bandar narkoba. Jadi apabila ada anggota keluarga yang sudah kecanduan narkoba itu bisa dibawa ke BNN untuk rehabilitasi dan itu gratis,”ujar Erwin.

Menanggapi kegiatan workshop dari BNNK Tanggamus tersebut, sangat diapresiasi oleh para insan pers sebagai peserta. Seperti yang dikatakan oleh Ketua Seksi Organisasi PWI Tanggamus Rio Aldipo yang menyatakan akan berkomitmen dalam mendukung pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba.”Pers akan terus berkomitmen untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba sehingga harus dijauhi khususnya generasi muda,”katanya.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here