Warga Temukan Mayat Bayi Perempuan di Sungai Bulok

199

BULOK– Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang sudah dalam keadaan meninggal dunia ditemukan warga dialiran sungai Dusun Sukabandung, Pekon Sukanegara, Kecamatan Bulok, Senin (11/1) pagi.

Adalah Hairudin (35) warga Dusun Sukabandung, Pekon Sukanegara yang kali pertama menemukan mayat bayi perempuan itu. Senin (11/1) sekitar pukul 06.30 WIB, dia pergi ke kebun untuk memperbaiki saluran air bersih dengan berjalan kaki sendirian.

Kapolsek Pugung Ipda. Okta Devi menjelaskan, ketika Hairudin melintasi pinggiran sungai, dia melihat di tengah sungai ada benda seperti boneka. Tersangkut di celah bebatuan. Kemudian Hairudin menghampiri tempat yang ia maksud.

“Begitu tiba di dekat sosok itu, saksi kaget. Ternyata yang ia sangka boneka, adalah mayat bayi manusia. Kemudian Hairudin berlari memanggil warga lainnya, yaitu Paino (40) dan Rudi. Mereka bertiga lantas memastikan dan memeriksa kembali bayi manusia di aliran sungai tersebut,” ujar Okta Devi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Setelah dipastikan itu adalah bayi manusia, kemudian Hairudin memberitahukan temuannya ke aparat pekon setempat. Selanjutnya pada pukul 08.00 WIB, Kapolsek Pugung beserta anggota serta tim medis Puskesmas Bulok mendatangi TKP. Mereka bersama-sama memeriksa serta mengevakuasi jasad bayi yang masih berada di aliran sungai.

“Setelah kami evakuasi dan pindahkan dari sungai, akhirnya dipastikan bayi tersebut berjenis kelamin perempuan. Sudah dalam keadaan meninggal dunia. Umurnya diperkirakan kurang dari 24 jam. Lantas jasad bayi tersebut dibawa ke RSUD Batin Mangunang Kotaagung,” pungkas Okta Devi.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas menduga sang ibu nekat melahirkan bayinya tanpa bantuan medis. Diperkirakan bayi berusia kurang dari 24 jam itu, sengaja dibuang oleh ibunya. Sebab, polisi juga menemukan ari-ari berjarak sekitar 50 meter dari lokasi si jabang bayi.

“Kami sudah minta dokter dari RSUD Batin Mangunang Kotaagung untuk menyimpan sampel DNA si bayi. Tujuannya jika nanti ada kecurigaan terhadap salah seorang warga yang patut diduga sebagai ibu si bayi, sampel DNA itu bisa digunakan untuk pembuktian,” kata Edi Qorinas.(ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here