Pola Tanam Jadi Problem Pertanian Pringsewu

121

PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) siap mendukung setiap usaha-usaha yang akan meningkat kualitas ketahanan pangan di Kabupaten Pringsewu. 

“Sebagaimana Deklarasi kedaulatan pangan yang akan dilaksanakan pada hari ini oleh DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) Lampung. Kami akan lakukan usaha pengawalan dan pendampingan kegiatan dalam mewujudkan  kesejahteraan petani di kabupaten Pringsewu, sebagai mana perwujudan Pringsewu Bersahaja,” ungkapan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu Pringsewu, Siti Litawati saat membacakan sambutan tertulis Bupati Pringsewu pada acara Deklarasi Kawasan Daulatan Pangan yang digelar DPW SPI Lampung di dusun Jatirenggo, pekon Waluyojati, Sabtu (31/10/20). 

Acara Deklarasi kedaulatan Pangan yang dihadiri kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pringsewu, Debi Hardian , Kepala Pekon Waluyojati, Gunawan, Para Kelompok Tani dan kelompok Tani Wanita (KWT) dari perwakilan Pringsewu, Tanggamus dan Pesawaran. 

Menurut Siti Litawati, bahwa permasalahan utama pengembangan Pertanian di Kabupaten Pringsewu adalah pola tanam yang belum optimal salah satunya disebabkan keterbatasan ketersediaan air irigasi. 

“Saat musim hujan pola  tanam dapat dilaksanakan dengan baik, namun saat kemarau air sangat terbatas. Sehingga, tidak bisa mencukupi kebutuhan budidaya, “kata dia. 

Selain itu, Lanjut Siti Litawati , dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkualitas, maka Pemkab Pringsewu terus berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan dan hortikultura melalui intervensi program dan kegiatan bidang pertanian. Kemudian penyediaan sarana infrastruktur pendukung seperti pengembangan bendungan way gatel, serta melalui regulasi Perda kabupaten Pringsewu nomor 6 tahun 2015 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. 

“Untuk itu, usaha tersebut juga perlu mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder masyarakat, LSM, serta aparatur pemerintah pekon. Sehingganya, dapat berjalan sinergi dan menguntungkan,” ucap dia. 

Sementara itu, Ketua DPW SPI Lampung, Muhlasin mengatakan bahwa Deklarasi Kawasan Daulatan Pangan tujuan bagaimana membuat wilayah tidak lagi include dari luar. 
“Jadi, Maksud disitu ketersediaan seperti membuat pupuk, pakan ikan dan benih sendiri secara mandiri supaya petani itu berdaulat. Sebenarnya ini kita mau canter secara nasional program pak Jokowi Foodestit salah satu kawasan deklarasi di Lampung yang dibuat di dusun Jatirenggo pekon Waluyojati dan didusun Pelayangan pekon Pujodadi kecamatan Pardasuka. Bahkan sekarang sudah pada antusias semua nantinya bakal banyak yang terlibat, “kata dia. 

Dijelaskan dia, bahwa demplot yang sedang dilakukan dikawasan kedaulatan pangan yakni Padi Organik, dan ikan organik. 
“Kita mulai musim tanam besok padi organik. Dan ikan organik Argoelogi dari teman-teman kita disini sudah pakai semua arzola,”pungkasnya. (Mul) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here