Apdesi Tunggu Surat Resmi Mendagri

281

KOTAAGUNG- Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC Apdesi) Kabupaten Tanggamus Munziri mengaku masih menunggu surat resmi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait adanya penundaan kembali Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung Desember 2020 ini.

Menurut Munziri pihaknya tetap berpatokan
kepada kabupaten lain terkait pelaksanaan Pilkakon ini. Kalau dikabupaten lain tetap melaksanakan di Bulan Desember nanti, harapan Tanggamus pun demikian.

“Kabupaten lain menjadi perbandingan kita,”kata Munziri yang juga Calon Kepala Pekon (Cakakon) Kandang Besi, Kecamatan Kotaagungbarat ini,kemarin (12/10).

Ia melanjutkan hingga saat ini belum menerima informasi resmi terkait adanya penundaan kembali pilkakon yang sebelumnya sudah terjadwal.

“Nyaris semua daerah yang akan menggelar pilkakon serentak ini mengalami pandemi, jadi bukan Tanggamus aja,”ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga tidak akan tinggal diam seandainya penundaan itu terjadi, karena jika melihat dari informasi yang mereka terima dikabupaten lain tetap melangsungkan Pilakon di Bulan Desember mendatang.

Didaerah lain pandemi bukan alasan untuk menunda Pilkakon. Sementara Tanggamus tidak,”ujarnya.

Masih kata Munziri,adanya isu mengenai penundaan pilkakon tahun ini memang sudah sampai ditelinganya, namun surat resminya belum diterima.”Dengar-dengar begitu, tapi surat keputusan dari Mendagri sampai detik ini belum kami terima,”jelasnya.

Ketika disinggung langkah apa yang akan dilakukan Apdesi jika benar Pilkakon tahun ini kembali ditunda, Munziri mengaku belum ada rencana, karena sampai sekarang belum ada komunikasi dengan pengurus atau calon kakon mengenai hal tersebut.”Setiap keputusan tidak bisa ditentukan sepihak semua harus di-musyawarahkan baik kepada pengurus Apdesi atau cakakon. Begitu juga sikap apa yang akan kami lakukan seandainya ini tertunda, belum terpikir,”pungkasnya. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here