UAS : Jangan Cuma Bangun, Tapi Makmurkan Masjid

963

PRINGSEWU – Ustadz Abdul Somad (UAS) mengajak masyarakat berlomba membangun masjid. Namun tidak sebatas itu. Jamaah juga harus memakmurkan masjid.

“Setelah membangun masjid, masyarakat harus memakmurkannya,” Ungkap Ustadz Abdul Somad saat memberikan tausyiah pada acara peresmian Masjid Klangenan di komplek Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Jalan Hiu Latsitarda, Pekon Margakaya, kecamatan Pringsewu, Sabtu (26/9/20).

Menurut UAS, bahwa 5 point yang kelak akan menjadi bekal kita di akherat kelak. Pertama, barangsiapa yang membangun masjid di dunia karena Alloh Ta’ala maka akan dibangunkan untuknya rumah di surga. Kedua, setelah masjid di bangun maka perlu memakmurkannya. 

“Ketiga adalah membangun ekonomi/entreperneur, keempat melahirkan generasi Qur’ani dan kelima adalah berdo’a,”pesannya.

Sementara itu, Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM H.Intizam dalam sambutannya berharap melalui peresmian Masjid Klangenan Pringsewu ini dapat memperkokoh tali silaturahim dan persaudaraan antarsesama.

“Selain itu, keberadaan Masjid Klangenan Pringsewu yang megah ini diharapkan dapat memberikan keberkahaan bagi semua, “Harapannya.

Dewan Pembina Yayasan IMBOS, Hi. Riyanto Pamungkas dalam sambutnya menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa mengakomodir keinginan masyarakat untuk hadir dibatasi. 

Namun, pihaknya memfasilitasi masyarakat yang akan menyaksikan melalui live streaming di Youtube, Facebook dan Instagram. “Sebenarnya Beberapa kali dijadwalkan rencana kehadiran Ustad Abdul Somad. Namun selalu mengalami penundaan. Termasuk adanya pandemi ini, membuat jamaah tak dapat hadir semua. Kami mohon maaf,” kata Rianto

Dijelaskan Riyanto, Masjid Klangenan didirikan dengan banyak filosofi dan memiliki banyak angka 17. Diantaranya dengan ukuran masjid 17 x 17 meter, banyak sekali angka 17 di Masjid Klangenan. Seperti pohon kurma yang ditanam di sekeliling masjid pun berjumlah 17 pohon. 

“Mengapa angka 17, karena 17 adalah angka yang sakral bagi umat muslim, khususnya di Indonesia. Disitu ada 17 rakaat merupakan jumlah rakaat salat lima waktu. Juga ada 17 Agustus dimana merupakan Hari Kemerdekaan RI,” ujarnya. 

Ia berharap dengan diresmikan Masjid sesuai nama Klangenan bisa membuat orang bisa datang kesini lagi. 

“Sehingga, membuat orang nyaman dengan suasana dimasjid ini baik mungkin dari pengurusan,  imam atau adzan yang merdu dan interiornya lain sebagainya. Yang Intinya kami ingin supaya Masjid ini membuat orang datang kesini, ” ucapnya. 

Peresmiannya sendiri dilakukan oleh mubaligh terkenal Ustadz H.Abdul Somad Batubara, yang pada kesempatan tersebut mengenakan pakaian adat Lampung. Selain meresmikan masjid yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, pria jebolan Al-Azhar, Cairo, Mesir dan Maroko ini juga melakukan panen padi hidroponik. (Mul) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here