Kerusakan Hutan Diduga Penyebab Banjir dan Longsor

263

SEMAKA– Kecamatan Semaka kembali dirudung musibah, ya,banjir bandang menerjang sejumlah pekon pada Selasa malam (4/8) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat banjir disertai longsor menerjang sebagian besar warga berada dalam rumah.Tercatat ada tujuh pekon terdampak yakni Pekon Way Kerap, Pardawaras, Sedayu, Sukaraja, Kacapura, Bangun Rejo dan Karang Rejo. Namun yang terparah kondisinya adalah Pekon Way Kerap.

Helda warga Pekon Way Kerap, mengatakan kejadian sangat begitu cepat, saat itu ia berada dalam rumah dan hujan turun dengan derasnya sejak magrib. Tepat pukul 20.30 WIB air disertai material longsor mulai menerjang pemukiman warga.

“Pas itu, dirumah saya belum kena, tetapi tak berselang lama dalam hitungan setengah jam, rumah saya dan tetangga dipenuhi material longsor hingga setengah meter,”kata Helda.

Helda menuturkan, ia bersama keluarga termasuk tetangganya pada saat banjir dan tanah longsor menerjang, sempat mengungsi kerumah saudaranya.Namum sekitar jam 11 malam saat air mulai surut ia kembali kerumah untuk bersih-bersih sisa banjir.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, rumah rusak tidak mengapa, bisa diperbaiki lagi, kalau tadi malam jangankan mobil, jalan kaki saja susah,”ungkapnya.

Ditempat yang sama Wakil Bupati Tanggamus Hi.A.M Syafi’i meninjau lokasi banjir di Pekon Way Kerap Kecamatan Semaka, Rabu (5/8). Dalam kesempatan tersebut Wabup bertemu langsung dengan warga terdampak guna memberikan dukungan moril.Selain itu Wabup juga memastikan aparatur pemerintah daerah bekerja untuk kembali menormalkan jalan lintas barat yang tertutup material longsor agar bisa kembali dilalui.

Selain meninjau rumah warga dan kantor pekon Waykerap,Wabup juga melihat dari dekat kondisi masjid di pinggir Jalinbar Semaka yang porak poranda lantaran diterjang banjir bandang.

“Banjir ini terjadi setelah hujan deras mengguyur dari Selasa sore hingga malam, sehingga membuat sungai Way Kerap meluap.Ada ratusan rumah warga terdampak banjir bahkan ketinggian air ada yang sampai 1 meter,”ujar Syafi’i.

Dilanjutkan wabup bahwa dari kejadian banjir ini tidak ada korban jiwa hanya kerugian materi.”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa kerugian materil masih didata oleh aparat pekon dan BPBD,”sebut Syafi’i.

Masih kata Syafi’i bahwa, banjir bandang di Semaka khususnya di Waykerap dan Sedayu merupakan peristiwa yang sudah sering terjadi. Dirinya menduga bahwa kerusakan hutan menjadi pemicu seringnya banjir dan longsor di Waykerap.

“Ini kan kejadian berulang, penyebabnya patut diduga karena keruskan hutan bisa dilihat dari material longsor yang menutupi jalan.Kalau dugaan ini benar satker berwenang harus bertindak tegas,”urai Wabup.

Kemudian mengenai Masjid Baitul Rahman yang berada persis dipinggir Jalinbar Waykerap yang rusak diterjang banjir bandang, Wabup menyarakan agar di relokasi.”Ya,sebaiknya direlokasi ketempat lebih aman,nanti insyaallah pemda yang bantu membangunnya kembali,”kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Syafi’i mengimbau kepada warga untuk tetap tenang,waspda dan menjaga kelestarian hutan.”Kuncinya bersahatlah dengan alam, jaga kelestarian hutan,”pungkas Wabup

Sementara itu, berdasarkan pantauan Radar Tanggamus dilapangan, hampir semua anak sungai way kerap yang melintasi jalan lintas barat (Jalinbar), di Pekon Way Kerap mengalami pendangkalan lantaran telah tertutup material longsor, sementara itu titik terparah kejadian banjir dan tanah longsor hingga menutupi badan jalan berada tepat di depan balai pekon Way Kerap, di titik ini material longsor memenuhi badan jalan hingga ketinggian mencapai satu meter lebih.(iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here