Belajar Via Internet Buat Orang Tua Was-was

77

KOTAAGUNG—Kebijakan pemerintah dalam memberlakukan belajar dari rumah (BDR) selama pandemic Covid-19 membuat sebagian orangtua siswa mengeluh. Pasalnya mereka khawatir metode belajar secara daring itu selain anak-anak sulit beradaptasi juga takut terpapar konten negatif karena keseringan mengakses internet melalui gawai.

Menurut salah satu orang tua siswa di Kecamatan Kotaagung Suharuddin pasca penerimaan siswa baru kemarin anaknya belum sekali menginjak kaki ke sekolah. Bahkan tugas dari gurupun belum ada.”Jangankan siapa wali kelasnya nginjak kaki kesekolah aja belum pernah. Kalau begini terus jadi khawatir, anak semakin tidak tahu apa-apa. Bahkan anak main terus sampai tidak tahu waktu,”katanya Kepada Radar Tanggamus, kemarin.

Bapak tiga anak ini mengaku sempat mempertanyakan, kenapa sekolah terus diliburkan padahal bandara, pasar dan area keramaian lain sudah mulai dibuka, karena program pemerintah terkait belajar secara daring dianggap bukan solusinya yang tepat.”Program BDR dengan sistem online itu saya kurang sependapat, karena yang ada siswa nambah bodoh. Lebih baik ada jadwal masuk pakai shif atau diberi tugas,”ujarnya.

Hal serupa juga dikeluhkan warga lainnya Iskandar. ia merasa bila proses belajar dengan sistem daring tentu tidak efektif karena kendala tertentu.”Jelas tidak efektif, disamping masalah kuota, tidak semua orangtua yang punya hp android dan menguasai penggunaannya,” keluhnya.

Iskandar mengaku dalam kondisi sekolah diliburkan, anaknya sudah mulai merasa bosan dan jenuh. “Jelas anak-anak baik SD maupun TK, TPA sudah bosan dengan kondisi ini, tidak belajar di sekolah. Bahkan ada perasaan jenuh bagi mereka,” ujarnya.

Ia sebagai orantua, tak mengekang anak harus belajar terus di rumah. Namun ia membatasi ada waktu belajar dan bermain. “Sementara ini kita nunggu tugas yang diberikan guru, kalau malam mereka mengaji,” kata Iskandar.

Ia berharap proses belajar mengajar secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, karena ia hawatir bila ini terus diberlakukan akan berdampak negatif terhadap siswa.”Belajar dengan bertatap muka saja siswa belum tentu paham terhadap pelajarannya, apalagi belajar melalui Online, bisa kacau masa depan anak,”pungkasnya. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here