Kadisdik Keliling, Pastikan Tak Ada KBM Tatap Muka

210
Kepala Dinas Pendidikan Tanggamus Aswien Dasmi

KOTAAGUNG—Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tanggamus melakukan monitoring disejumlah sekolah dihari pertama tahun ajaran baru 2020/2021, Senin (13/7).

Monitoring yang dipimpin langsung Kepala Disdik Aswien Dasmi itu untuk memastikan tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka atau masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Menurut Dasmi, dihari pertama tahun ajaran baru, tidak ditemukan adanya sekolah yang melakukan KBM maupun MPLS dengan cara tatap muka. Namun diakuinya masih ada sejumlah siswa yang datang kesekolah dengan memakai seragam lengkap, namun langsung disuruh pulang kerumah oleh pihak sekolah.

“Hari ini saya keliling sejumlah sekolah seperti SDN 1 Umbul Buah, SDN 1 Terbaya, SMPN 1 Wonosobo dan SMPN 1 Semaka. Sedangkan pejabat struktural ke sekolah lain. Dari monitoring tersebut tidak ada KBM atau MPLS secara tatap muka. Hal ini sesuai surat edaran dari kami karena status Tanggamus masih zona kuning Covid 19,” kata Dasmi, Senin (13/7).

Diakui Dasmi bahwa ada sejumlah sekolah yang masih mengumpulkan siswanya untuk datang namun itu sifatnya bukan kegiatan MPLS atau belajar tatap muka, melainkan pembagian buku perpustakaan dan juga masker.

“Ya, ada sekolah yang membagikan buku perpustakaan,tapi saya bilang kalau pembagian buku jadwalnya harus diatur tidak dalam satu waktu, misal 150 siswa dibagi dalam beberapa sesi dan jangan lama-lama, kemudian Protokol kesehatan juga harus diterapkan,” urai Dasmi.

Selain ada pembagian buku perpustakaan, lanjut Dasmi masih ada juga siswa yang datang karena ketidaktahuan wali murid.” Surat Edaran sudah kita berikan lewat koordinator Satuan Pelaksana Layanan Pendidikan (SPLP). “Ada juga miskomunikasi dengan wali murid, mungkin info dari kami tidak sampai sehingga menyuruh anaknya pergi kesekolah, seperti tadi di SMPN 1 Semaka ada 20 siswa datang tapi Kemudian diberikan pengertian dan siswa tersebut diminta pulang,” kata dia.

Adanya kebijakan ini diakui Dasmi membuat kepala sekolah dan guru menjadi ‘galau’, khususnya bagi siswa baru seperti kelas 1 SD dan Kelas VII SMP. “Mereka mengaku bingung dengan cara tidak tatap muka, apalagi bagi sekolah yang tidak ada jaringan internet dan tidak semua wali murid punya telepon pintar. Tapi saya berikan arahan kepada sekolah untuk mencari formulasi agar kegiatan belajar mengajar tetap terlaksana dengan baik walaupun dengan kondisi seperti sekarang ini,” ucapnya.

Baca Selanjutnya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here