Pembangunan RKB SDN Sumanda Diduga Asal Jadi

1111
Ilustrasi Net

BELUM SETAHUN BANGUNAN SUDAH ALAMI KERUSAKAN

KOTAAGUNG—Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sekolah dasar negeri (SDN) Sumanda di Pekon Sumanda, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus yang dikerjakan secara swakelola dari dana alokasi khusus (DAK) Tahun 2019 menyisakan banyak masalah. Pasalnya proyek yang menelan anggaran hampir Rp 1 Miliar tersebut dalam pengerjaannya diduga asal jadi, karena belum setahun dibangun beberapa titik sudah mengalami kerusakan. Tidak hanya itu, ada beberapa orang pekerja upah tukangnya hingga kini belum dibayarkan.

Menurut sumber koran ini yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis, proyek pembangunan tiga unit RKB tersebut dikerjakan langsung oleh mantan Kepala SDN Sumanda Nasri yang saat ini nonjob dan pindah di SDN Pungkut sebagai guru.” Kalau tidak salah penambahan RKB ini dikerjakan langsung oleh Nasri mantan kepsek,”katanya.

Sumber ini melanjutkan, dugaan mengarah pada kerjaan asal jadi itu mengingat ada beberapa titik bangunan yang sudah rusak, padahal belum genap setahun. Belum lagi saat pembangunan berlangsung Nasri tidak melibatkan ketua komite bahkan yang ada tandatangan komite dipalsukan.”Gitu sih katanya, saat itu semua pekerjaan dikelola oleh Nasri. Bahkan ada beberapa orang pekerja tidak diupah,”ujarnya.

Masih kata sumber ini, nonjobnya Nasri sebagai guru ada beberapa isu yang berhembus selain ada hubungannya dengan proyek itu, juga masalah pengadaan buku yang diduga kuat selama ia menjabat tidak dibelanjakan.”Baru-baru inikan dia pernah berurusan dengan Kejaksaan. Mungkin terkait pengadaan buku,”jelasnya.

Sementara itu Nasri mantan Kepala SDN Sumanda saat dikonfirmasi menepis tudingan miring tersebut. Menurutnya, pembangunan RKB dan rehab ringan gedung SDN Sumanda tahun 2019 lalu sudah dilaksanakan sesuai spesifikasi bahkan dalam pembelanjaannya tidak lepas dari konsultan. Begitupun masalah upah tukang sudah dibayarkan.

“Saya kerjakan sesuai RAB tidak ada penyimpangan. Laporan itu tidak benar. Terkait upah tukang semua sudah saya bayarkan, dan saya punya bukti tertulis dari tukang yang saat itu disaksikan oleh konsultan dan wartawan,”pungkasnya.

Terpisah Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Mulyadi membenarkan jika di SDN Sumanda tahun 2019 lalu telah mendapatkan penambahan 3 unit RKB yang dilaksanakan secara swakelola oleh Mantan Kepsek setempat Nasri. Saat itu pihaknya hanya mengawasi dan tidak ikut campur dalam hal pembelanjaan.

“Semua dikelola oleh Nasri, kami hanya mengawasi. Nah, adapun masalah keluhan atau lainnya terutama Mark Up meterial dan upah tukang tanggungjawab Nasri, silahkan hubungi beliau,”pungkasnya. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here