Kerusakan Irigasi di Semaka Sudah Diusulkan Ke Provinsi

146
Anggota DPRD Tanggamus Dapil I Azmi, Baharen dan Bunyamin menunjukan saluran irigasi di Pekon Karangagung, Kecamatan Semaka, yang kondisinya sudah jebol, Senin (1/6). Foto Uji Mashudi.

SEMAKA – Camat Semaka Wiwin Triyani mengaku jika kerusakan saluran irigasi di Pekon Karang Agung dan Sidomulyo, Kecamatan Semaka, sudah ditinjau oleh Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus dan Provinsi Lampung.

“Perbaikan irigasi ini wewenang Bidang Pengairan Provinsi Lampung. Dan Bulan Puasa kemarin sudah ditinjau oleh Bidang Pengairan Kabupaten maupun Provinsi,” kata Wiwin, kemarin.

Menurutnya, saat ini pemerintah pekon setempat juga sudah membuat proposal untuk kembali diajukan ke Pemerintah Kabupaten dan Provinsi.

“Pekon juga ini sudah buat proposal lagi, nanti akan dikirim lagi ke Dinas Pengairan Kabupaten untuk ditindak lanjuti kembali ke Provinsi,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengairan Kabupaten Tanggamus Dhani Riza juga mengaku sudah menerima dan menyampaikan usulan perbaikan saluran irigasi tersebut ke Pemerintah Provinsi Lampung.

“Laporan kerusakan irigasi itu sudah kita sampaikan lagi ke Provinsi, dan sudah ditampung oleh mereka,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan hektare areal persawahan di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, kekurangan pasokan air. Hal itu buntut dari jebolnya saluran irigasi primer di Pekon Karang. Agung.

Anggota DPRD Tanggamus Daerah Pemilihan (Dapil) I Bunyamin mengatakan, saat ini petani di Kecamatan Semaka yang sebelumnya mengandalkan pasokan air dari saluran irigasi di Pekon Karang Agung terpaksa harus menunda masa tanam padi hingga diperbaikinya saluran irigasi tersebut.

“Ribuan hektare sawah dari Tulungasahan sampai Karangrejo sekarang tidak bisa mendapatkan pasokan air, karena saluran irigasi di Karang Agung jebol. Jadi petani juga tidak bisa nyawah. Karena kalau bendungan irigasinya dibuka maka kerusakanya akan semakin parah,” kata Bunyamin saat melakukan peninjauan saluran irigasi jebol di Pekon Karang Agung bersama Anggota DPRD lainya yakni Baharen dan Azmi, Senin (1/6).

Menurutnya, saluran irigasi ini sudah rusak sejak 2019 lalu. Dimana, pada salah satu sisi irigasi kondisinya jebol dengan diameter lubang sekitar 3×4 meter.

Masyarakat yang dimotori Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sudah berupaya bergotong royong menutup irigasi yang jebol dengan menggunakan terpal yang ditopang kayu. Namun sayangnya hal itu tidak bertahan lama, irigasi kembali jebol dengan diameter lubang bertambah besar.

“Waktu Sekarang lubangnya tambah besar. Jadi nggak bisa lagi diperbaiki pakai terpal. Kemudian bagian sisi irigasi lainya juga sekarang sudah mulai jebol,” ujar Bunyamin.

Anggota DPRD Tanggamus Fraksi PAN ini menambahkan, irigasi yang mulai jebol ini sudah memakan badan jalan. Jalan tersebut adalah penghubung antara Pekon Karangagung dan Tulungasahan.

“Kalau nggak segera diperbaiki maka jalan lintas pekon ini bisa putus,” terangnya.

Ia mengaku, berdasarkan informasi yang diperoleh dari UPT Pertanian Semaka perbaikan irigasi tersebut sudah dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

“Nah, kami berharap agar ada langkah-langkah Pemkab Tanggamus untuk menggugat itu agar perbaikan irigasi ini segera dilakukan, supaya petani bisa kembali nyawah,” ungkapnya. (uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here