BPBD Bakal Surati PT. TEP

685

Terkait Kebijakan Penanganan Darurat di Pekon Sianarbangun

BANDARNEGERISEMUONG – Kerusakan tebing sungai Way Semaka di Pekon Sinarbangun, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, yang menyebabkan badan jalan terkikis dan nyaris putus akhirnya kembali di survei ulang oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Tanggamus), Rabu (3/6).

Survei tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Tanggamus Budiman, didamping Uspika dan aparat pekon setempat.

“Sudah, kemarin sudah di survei ulang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan Mansyurin mewakili Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus Ediyan M Thoha, Kamis (4/6).

Dari hasil survei, menurutnya, panjang tanggul yang terkikis sekitar 80 meter. Ia juga mengaku akan meminta kebijakan PT. Tanggamus Electric Power (TEP) yang kebetulan sudah menurunkan alat berat untuk memperbaiki tower SUTET di Pekon Karangagung yang nyaris roboh akibat diterjang banjir.

“Nanti kita juga akan koordinasi secara tertulis dengan PT. TEP agar dapat membantu penanganan darurat di Pekon Sinarbangun. Karena kebetulan alat berat mereka juga sedang dibawah, memperbaiki tower SUTET yang terkena dampak banjir,” ujar Mansyurin.

Saat ditanya kapankah penanganan darurat mulai dilakukan, Mansyurin mengaku belum mengetahui secara pasti. Karena kata dia, hasil survei akan ditindak lanjuti terlebih dulu ke pimpinan. “Laporan hasil survei ini akan kita tindaklanjuti ke pimpinan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Tanggamus Daerah Pemilihan (Dapil) I yakni Baharen, Azmi dan Bunyamin meninjau kondisi jalan di Pekon Sinarbangun, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, yang nyaris putus akibat tergerus arus sungai Way Semaka, Senin (1/6).

Dalam tinjauanya, ketiganya kompak meminta BPBD untuk segera melakukan langkah tanggap darurat. Mengingat kondisi jalan tersebut nyaris putus dan merupakan satu-satunya akses jalan menuju Pekon Sinarbangun.

“Kalau jalan ini putus, warga Pekon Sinarbangun akan terisolir. Untuk itu, kami minta agar Pemkab Tanggamus segera melakukan langkah tanggap darurat. Dan mengupayakan normalisasi sungai serta pembangunan tanggul permanen ke Pemerintah Provinsi,” kata Baharen, diamini Azmi dan Bunyamin.(uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here