Diterjang Banjir Rob, Petambak Bandeng Merugi

207
Banjir yang terjadi di Pekon Karanganyar Kecamatan Wonosobo tidak hanya merendam puluhan hektar sawah siap panen, tapi juga tambak bandeng siap panen. Akibatnya petani dan petambak mengalami kerugian. Foto Zepta.

WONOSOBO—Sekitar 50 hektar (ha) tambak di Pekon Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus kembali diterjang banjir rob (air laut pasang), akibatnya puluhan ton ikan bandeng yang ditanam petambak dan siap panen hanyut terbawa arus air, sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar.

“Kejadiannya seminggu lalu, rob kali ini cukup besar, sehingga tanggul tambak banyak yang rusak. Sebagian besar ikan bandeng baik yang siap panen dan usia tiga bulan sejak tanam hanyut terbawa air. Kondisi ini menyebabkan kerugian hingga puluhan juta,” kata Mastang, petani tambak di pekon setempat kepada Radar Radar Tanggamus, kemarin. Ia mengaku, luas lahan tambak ikan semua milik petani yang terkena rob diperkirakan

mencapai 85 hektare. Dalam kurun waktu satu tahun ini rob sudah 3 kali terjadi tapi untuk kali ini rob yang paling parah.”Semua tanggul jebol akibat diterjang gelombang pasang. Petani terpaksa merugi karena ikan siap panen hanyut,”terangnya. Menurutnya, pada umumnya ikan yang ada di tambak sudah masuk usia menjelang panen.”Seminggu lagi petani sudah mulai panen tapi tambak malah diterjang rob. Ini membuat petani merugi,”jelasnya. Lebih jauh Mastang

menjelaskan, dalam bentuk kerusakan ditanggul selama ini hanya diperbaiki oleh pemilik tambak dengan cara manual. Sedangkan, cara itu dinilai kurang efektif.”Ya kalau rusak kita perbaiki sendiri dengan cara manual jelas ini harus mengeluarkan modal lagi, sementara tambak yang kena rob belum sempat dipanen,”ujarnya. Begitupun usulan bantuan ke pemerintah sudah berapa kali diusulkan namun tidak kunjung

teralisasi.“Kami sudah mengirim surat ke dinas terkait Pemkab Tanggamus.Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, utamanya bantuan bagi petambak yang terkena bencana, tapi usulan itu tidak kunjung teralisasi pemerintah kurang peduli dengan petani tambak,” pungkasnya. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here