Anak Pramuka Harus Paham Apa Itu Covid-19

512

PRINGSEWU – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pringsewu mengadakan Video Conference dengan sembilan Pengurus Kwartir Ranting se Kabupaten Pringsewu. Mereka mengikuti Video Conference dari Sekretariat Kwarran masing-masing, sedangkan Pengurus Kwarcab dari Rumah Dinas Wabup Pringsewu, Senin (20/4/20).

Ketua Kwarcab Pringsewu yang juga Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi, SE, M.Kom., Akt., CA, CMA mengatakan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk mendapatkan pemahaman yang benar terkait dengan Covid-19 langsung dari ahlinya yang menangani pasien Covid-19.

“Sehingga diharapkan tidak ada langkah keliru yang dilakukan, khususnya oleh anggota Pramuka terkait penanganan Covid-19 ini, terlebih yang akan disampaikan kepada masyarakat, ” Kata dia. 

Menurut Fauzi, sebagaimana diketahui bersama bahwa saat ini sudah banyak upaya yang dilakukan, baik oleh masyarakat dan khususnya anggota Pramuka dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. “Misalnya penyemprotan disinfektan, cara mencuci tangan dan lain sebagainya, akan tetapi apakah yang dilaksanakan tersebut sudah benar ataukah belum,” ucapnya. 

Fauzi juga mengatakan bahwa di Kabupaten Pringsewu telah terbentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mulai tingkat kabupaten hingga pekon. “Selain itu, ada hal positif dari wabah Covid-19 ini, dimana hal tersebut mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menjaga pola hidup sehat dan mematuhi aturan kesehatan yang benar, ” Terang dia. 

Sementara, dr.Retno Ariza S. Soemarwoto dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Provinsi Lampung pada kesempatan tersebut menyampaikan segala sesuatu tentang Virus Corona atau Covid-19.

Dikatakan dr.Retno, Covid-19 ini awalnya berasal dari penyakit pada binatang, dan hingga saat ini belum ada vaksin untuk mengobatinya. “Sehingga langkah pencegahan sangatlah diperlukan untuk menghindari terjangkitnya Covid-19 ini,” kata dia. 

Lebih lanjut disampaikan bahwa setelah WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi pada 11 Maret 2020 lalu, Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan Covid-19 ini sebagai bencana nasional pada tanggal 14 Maret 2020. (Mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here