Meski Darurat Corona, Aktivitas di Pasar Kotaagung Masih Normal

919
Ditengah wabah Virus Corona, Pasar Kotaagung, Tanggamus masih ramai seperti biasanya. Foto Uji Mashudi

KOTAAGUNG—Kendati Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus sudah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah guna mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19), namun suasana di Pasar Kotaagung tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Pantauan Radar Tanggamus, Rabu (18/3) Pagi, aktivitas di Pasar Kotaagung tampak masih normal seperti biasa. Para pedagang tetap membuka kios dan lapak dagangnya. Pembeli juga tampak masih ramai. Begitu juga dengan kondisi tempat parkir yang disesaki kendaraan bermotor.
Tidak hanya itu, bahkan pedagang maupun pembeli juga tampak jarang menggunakan masker untuk menghindari penyebaran Virus Corona.

Siti, pedagang di Pasar Kotaagung mengakui tidak ada perubahan yang signifikan akibat adanya Virus Corona meskipun ada beberapa pedagang juga yang mengaitkan sepi jual beli dagangannya akibat virus tersebut.
“Kalau secara umum kondisi jual beli masih normal. Tapi ada juga yang daganganya sepi pembeli, katanya gara-gara Corona,” ujarnya, kemarin (18/3).

Sementara itu, pedagang lainya Inda menyebutkan, penyebaran Virus Corona yang cukup cepat di Indonesia sejak dua pekan terakhir memang belum terlalu berpengaruh terhadap kondisi jual beli di Pasar Kotaagung. Hal itu karena belum ada masyarakat Tanggamus yang dinyatakan positif corona.
Namun menurutnya, jika penyebaran Virus Corona semakin meluas dan adanya masyarakat Tanggamus yang terjangkit corona, kemungkinan besar akan mempengaruhi kondisi jual beli di pasar setempat.

“Mungkin karena belum ada yang kena, jadi masih belum terlalu khawatir sehingga aktivitas masih berlangsung seperti biasa. Tapi kalau sudah ada satu atau dua orang yang kena, pasti bahaya dan sangat berpengaruh, bisa-bisa kios-kios disini pada tutup,” ungkapnya.

Ia juga mengaku waspada terhadap penyebaran Corona. Untuk mengantisipasi virus tersebut, ia menjaga jarak dengan pembeli. Selain itu, juga tidak melakukan kontak langsung dengan pembeli dan rutin mencuci tangan.
“Sesuai petunjuk pemerintah yakni jaga jarak, rajin cuci tangan dan tidak bersentuhan langsung. Selain itu pakai masker, berhubung saya tidak punya masker jadi saya pakai jilbab saya untuk masker,” pungkasnya. (uji) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here