Pringsewu Waspada Virus Corona

698
Ilustrasi Net

Sosialisasi dan Edukasi Gencar Dilakukan, Pantau Warga Dari Luar Negeri

PRINGSEWU – Maraknya penyebaran virus Corona (Corvid-19) yang sudah sampai di Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu waspadai penyebaran virus terebut dengan gencar melakukan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi dan penyuluhan terkait Corvid-19 serta akan melakukan pemantauan kepada warga yang pulang dari luar negeri .

Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu Purhadi mengatakan, bahwa terkait virus corona, tugas Dinas Kesehatan saat ini hanya mengawasi setiap orang yang pulang dari luar negeri selama 14 hari. Selain mengedukasi warga melalui sosialisasi, pihaknya juga berupaya dengan membentuk Satgas Corvid 19 bersama Ikatam Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pringsewu untuk penanganan secara penyuluhan sebelum terjadi.

“Kalau ada terkonfirmasi kasus Corona, IDI siap membantu dan kita sudah siapkan juga di rumah sakit daerah yang sifatnya hanya penanganan sementara dan sesegera mungkin kami laporkan ke provinsi, karena yang sudah siap dalam penangannya baru di rumah sakit Abdul Muluk,” katanya kepada Radar Pringsewu, Selasa (10/3).

Sementara, Kepala Seksi Surveylan dan Imunisasi Diskes Pringsewu Marison mengatakan, bahwa dengan maraknya isu Korona ini sudah ditetapkan menjadi kewenangan Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang bertugas melakukan pemantauan selama 14 hari kepada orang yang pulang dari negara luar yang terkonfirmasi ada virus korona. Hasil pantauannya juga akan dilaporkan ke pemerintah provinsi bagaimana kondisi orang itu selama 14 hari berada di Pringsewu.

“Alhamdulillah sampai dengan hari ini belum ada kasus yang mengarah ke gejala-gejala Corvid-19. Memang secara umum Provinsi Lampung belum terkonfirmasi satu pun,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Untuk warga yang menjadi TKI di luar negeri, pihaknya tidak memiliki data sebelum dikonfirmasi dan diberikan data oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang menjadi garda terdepan, karena mereka yang menjaga 24 jam melakukan pemantauan kepada orang yang masuk ke Indonesia dari luar negeri. Kalau menerima laporan dari KKP segera dilakukan pemantauan oleh surveylan Puskesmas di wilayah kerjanya.

“Sebetulnya kita juga rutin memantau penyakit yang berpotensi wabah, bukan hanya Corvid-19. Karena korona menjadi virus yang mendunia kami lebih intens lagi memperkuat koordinasi supaya berjalan sesuai prosedur,” jelas dia. (dms/rdo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here