Biarkan Gajah Makan Tanaman, Jangan Dimusuhi !

149

KOTAAGUNG – Konflik antara gajah dan manusia di Kecamatan Semaka jadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus.

Pemkab Tanggamus meminta kepada semua pihak agar tidak memusuhi gajah, selagi tidak merusak pemukiman warga.

“Pemkab, instansi terkait bidang hutan dan satwa serta beberapa LSM hutan dan satwa sudah melakukan rapat. Dan diputuskan gajah itu jangan terlalu dimusuhi selama tidak merusak pemukiman masyarakat. Kita diminta agar bersahabat dengan gajah itu,” ujar Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Tanggamus, Fathurrahman, kemarin.

Hal ini, lanjut Fathurrahman, menyesuaikan kondisi dengan melihat karakter kawanan gajah yang sudah miliki area jelajah luas dan tidak takut lagi dengan manusia. Sehingga upaya pengusiran pun terkadang sia-sia.
“Kalau keputusannya biarkan saja gajah itu keluar hutan, begitu juga kalau memakan dan merusak tanaman masyarakat. Jangan langsung diusir dan dimusuhi, karena dampaknya lebih berbahaya lagi,” terang Fathurrahman.

Fathurrahman meminta agar warga berikan kesempatan dulu gajah jika makan tanaman. Itu sebagai upaya bersahabat antara gajah dengan manusia. Dan jangan terburu-buru mengusirnya, sebab kawanan gajah itu sudah tidak takut lagi diusir.
“Dan sekarang Pemkab Tanggamus masih mencari solusi untuk bantuan ke masyarakat yang tanamannya dimakan atau dirusak gajah. Sebab tidak bisa dibiarkan tapi harus ada perhatian bagi mereka,” bebernya.

Fathurrahman juga menilai kerja dari satgas konflik gajah juga sudah maksimal. Karena dengan peranya gajah dan masyarakat masih terlindungi. “Kedepan Pemkab akan upayakan perhatian lagi bagi mereka,” ungkapnya.

Lantas dengan karakter gajah yang saat ini kebal dengan pengusiran, itu bisa dimanfaatkan untuk potensi wisata satwa. Selanjutnya tinggal teknis untuk mengelolanya bagaimana. Sebab kategorinya kawanan gajah berjumlah 12 tersebut tetap hewan liar. (uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here