Belasan Gajah Bergeser Ke Blok 3

223
Ilustrasi Net

SEMAKA – Kawanan gajah yang sebelumnya berkonflik dengan warga di Kecamatan Semaka kini sudah berpindah tempat ke Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS)
Kapolsek Semaka Iptu Heri Yulianto mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pada Senin (10/2) sekitar Pukul 12.00 Wib kawanan gajah sudah berada di kawasan Blok 3, Pekon Gunung Doh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong.

“Informasi terkahir sekitar Pukul 12.00 Wib kawanan gajah masih di seputaran blok 3, tepatnya di wilayah Talang Rasuk dan Talang Sarwan,” kata Iptu Heri, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, kemarin.

Heri menjelaskan, sebelumnya kawanan gajah turun dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) ke kawasan Hutan Marga di Pekon Tulungasahan, Kecamatan Semaka.

Kawanan gajah yang diperkirakan berjumlah 12 ekor itu merusak kebun dan tanaman warga.

Selain itu, kawanan gajah juga melukai Satuan Petugas (Satgas) Penganggulangan Konflik Satwa. Hal itu, bermula ketika Satgas berupaya menggiring masuk ke kawasan TNBBS. Naas, saat digiring tiba-tiba kawanan gajah malah berbalik dan menghantam salah satu petugas.

Akibatnya, petugas yang diketahui bernama Saridi (34) asal Pekon Sukajaya itu mengalami luka cukup parah karena tertusuk caling atau gading gajah pada bagian paha sebelah kanan hingga menembus tulang.

Kemudian Saridi langsung dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) Kotaagung untuk mendapat pertolongan medis.

“Satgas sudah berupaya menggiring kawanan gajah masuk ke dalam kawasan TNBBS pada Jumat (7/2) lalu. Namun saat proses penggiringan, ada warga dari atas yang turun bawa kayu bakar, mungkin gajahnya marah dan berbalik lalu menerobos Satgas,” terangnya.

Menurutnya, penyebab turunnya gajah ke perkebunan warga karena gajah merasa terusik habitatnya terjamah manusia. Selain itu, faktor lainya kemungkinan karena stok makanan di dalam hutan sudah berkurang sehingga kawanan gajah turun ke perkebunan warga.

“Kalau dipikir secara logika, gajah itu kalau hidupnya aman dan nyaman nggak mungkin turun ke perkebunan. Mungkin rumahnya sudah terjamah manusia dan merasa terusik sehingga turun ke perkebunan warga,” ujar Iptu Heri.
Senada disampaikan Kanit Polisi Hutan Kesatuan Perlindungan Hutan Lindung (KPHL) Kota Agung Utara yang meminta masyarakat tidak merusak hutan dan lokasi habitat satwa dilindungi seperti gajah.

Menurut, Kanit Polisi Hutan, Dodi Junaidi adanya konflik satwa liar karena kerusakan pada habitat hewan tersebut. Seperti untuk kawanan gajah kelompok 12 yang habitatnya di hutan register 39 dan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBS).

“Permintaan kami masyarakat jangan melakukan ilegal logging dan lainnya, karena timbulkan satwa kehilangan habitatnya. Akhirnya dampak yang ditumbulkan makin luas,” ujar Dodi mewakili Kepala KPHL Kotaagung Utara Zulhaidir.(uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here