Konflik Gajah dan Manusia Kembali Terjadi di Kecamatan Semaka, Seorang Petugas Terluka Parah

935
Saridi (34), salah seorang petugas penanganan konflik satwa terluka parah pada bagian kakinya karena tertusuk caling gajah saat berupaya menggiring kawanan gajah mausk ke TNBBS. Foto Polsek Semaka for Radar Tanggamus

SEMAKA – Konflik gajah dan manusia kembali terjadi di kawasan Hutan Marga Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus.

Menurut Kepala Pekon Sidomulyo Boniran, konflik antara kawanan gajah dengan warga itu sudah terjadi sejak pekan lalu. Dimana, segerombolan gajah yang berjumlah belasan ekor itu turun ke perkebunan dan merusak tanaman warga.

“Sejak awal Februari (kawanan gajah) memang sudah turun dan masuk ke perkebunan,” katanya, kemarin.

Kapolsek Semaka Iptu Heri Yulianto menambahkan, Satuan petugas (Satgas) penanggulangan konflik satwa juga sudah berupaya menggiring gajah. Namun naas, saat digiring masuk ke kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), kawanan gajah malah berbalik dan menghantam salah satu petugas.

Akibatnya, petugas yang diketahui bernama Saridi (34) asal Pekon Sukajaya itu mengalami luka cukup parah karena tertusuk caling gajah pada bagian paha sebelah kanan hingga menembus tulang.

Kemudian Saridi langsung dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUDBM) Kotaagung untuk mendapat pertolongan medis.

“Satgas sudah berupaya menggiring kawanan gajah masuk ke dalam kawasan TNBBS pada Jumat (7/2) kemarin. Namun saat proses penggiringan, ada warga dari atas yang turun bawa kayu bakar, mungkin gajahnya marah dan berbalik lalu menerobos Satgas,” ujar Iptu Heri saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Iptu Heri Yulianto menjelaskan, konflik antara manusia dengan kawanan gajah yang berjumlah 12 ekor itu sudah berlangsung sejak Rabu (5/2) lalu. Kawanan gajah tersebut masuk ke Hutan Marga di Pekon Karangagung, Sidomulyo dan Tulungasahan.

Menurutnya, penyebab turunnya gajah ke perkebunan warga karena gajah merasa terusik habitatnya terjamah manusia. Selain itu, faktor lainya kemungkinan karena stok makanan di dalam hutan sudah berkurang sehingga kawanan gajah turun ke perkebunan warga.

“Kalau dipikir secara logika, gajah itu kalau hidupnya aman dan nyaman nggak mungkin turun ke perkebunan. Mungkin rumahnya sudah terjamah manusia dan merasa terusik sehingga turun ke perkebunan warga,” pungkasnya. (uji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here