Komisi II Nilai Sarana Pasar Banyumas Buruk

182

PRINGSEWU –  Komisi II DPRD Pringsewu menilai Fasilitas Sarana dan Prasarana yang dimiliki Pasar Banyumas masih buruk.  

“Ya, saya nilai buruk.  Karena,  tampak dari belakang banyak Los pasar yang tidak layak.  Dari sisi kayu lapuk,  asbes banyak yang bolong.  Sehingga tidak nyaman cenderung kumuh,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Pringsewu,  Maulana Lahudin bersama Anggotanya Rahwoyo,  Anton Subagyo, Mira dan Aminalah seusai Sidak di Pasar Banyumas, Senin (20/1/20). 

Menurut Maulana Lahudin, bagian  belakang Pasar Banyumas perlu adanya revitalisasi untuk menuju pasar yang higienis dan nyaman. Sehingganya,  masih banyak harus di benahi di pasar Banyumas dengan kapasitas 63 Los, 15 toko, 12 kios, 34 pedagang hamparan.

“Kami temukan sarana Toilet yang tidak terawat dengan baik bau mampet air nggak jalan.  Padahal, setiap pasaran nggak kurang ratusan  pedagang atau pengunjung yang belanja ke pasar,” ucap dia. 

Selain itu Lanjut Maulana Lahudin, adanya saluran drainase yang macet dampak dari hasil pembangunan 15 kios los Pasar Banyumas dengan anggaran sekitar Rp 1.1 Milyar tahun 2019. 
“Mampet saluran air drainase dampak dari pembangunan ke toilet dan adanya kerusakan mesin pompa air menyebabkan banjir.  Sehingganya, Kita perintahkan pemborong untuk bertanggung jawab menyelesaikannya agar toilet bisa berfungsi,” pinta dia.  

Kemudian penataan parkir di pasar Banyumas harus lebih ditertibkan. Sehingga, dikatakan Maulana, Pasar Banyumas ini hanya sampel khusus yang fasilitas dan sarana buruk.  
“Kedepan, kita akan panggil semua KUPT Pasar pengelolaan dari Diskoperindag, bersama kemitraan yang terkait.  Saya berharap kedepannya dalam pengelolaan pasar harus lebih bersih dan  baik nyaman semua mulai dari sampah , retribusi, parkir, dan kebersihannya,” harapannya. 

Sementara itu,  Anggota Komisi III DPRD Pringsewu,  Sudiono yang ikut sidak juga menilai hasil dari segi fisik pembangunan 15 Los pasar Banyumas tahun 2019 cukup bagus.  
“Tetapi, masih banyak kekurangan disisi saluran drainese depan pasar yang terbuka. Seharusnya diberi tambahan ram besi untuk memudahkan para pengunjung agar tidak terjebak ke lubang drainase. Kemudian dibagian belakang pun tidak ada drainase, ketika hujan akan meluap ke kios pasar itu, “ucap dia. 

Selain itu juga dikatakan Sudiono,  adanya keluhan pedagang pasar Banyumas terkait di atas gorong-gorong terdapat bangun ruko yang membuat saluran drainase mampet
mengakibatkan banjir.  
“Kita minta dinas terkait untuk membongkar bangunan yang diatas gorong-gorong membuat mampet saluran drainase. Walapun bangun itu diluar  tidak masuk dalam proyek pembangunan pasar itu,” tegas Sudiono.  

Terpisah,  Kepala Diskoperindag Pringsewu,  Drs.  Masykur Hasan mengatakan bahwa pihaknya mulai melakukan penataan pasar dengan melibatkan instansi terkait seperti masalah parkir dan kebersihannya.  
“Pada prinsipnya kedepannya kita mulai menata step by step lah.  Kalau,  untuk yang belakang pasar Banyumas itu memang belum tersentuh pembangunan.  Karena,  belum tersedianya anggaran.  Tetapi,  alhamdulillah yang bagian  depan pasar  sudah di bangun,” pungkasnya.  (Mul) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here