Isu Penculikan Anak di Medsos Buat Resah Orang Tua

1217
Ilustrasi Net

KOTAAGUNG- Isu penculikan anak dibawah umur yang beredar di media sosial (Medsos) seperti Facebook serta dari mulut ke mulut membuat masyarakat di Kabupaten Tanggamus resah. Meski tidak mengetahui pasti sumber kabar penculikan anak tersebut dan kebenarannya, warga khususnya kalangan orang tua dibuat khawatir, terutama terhadap orang yang tidak dikenal. Bahkan, sejumlah warga terpaksa memilih melarang anak-anaknya tidak keluar

rumah. Selain itu, untuk ke sekolah-pun terpaksa harus diantar dan dijemput.”Entar benar tidaknya isu penculikan ini, tapi warga sudah heboh. Apalagi di Facebook. Bahkan, pengawasan terhadap bermain harus kami perketat, takut mas,”ujar Rangka, warga Gisting. Angga mengaku, isu maraknya penculikan anak dibeberapa daerah itu membuatnya tidak tenang melakukan aktivitas sehari-hari. Pengawasan dan

pendampingan terhadap terhadap anak-anak perlu diperketat. ”Tentu kami sangat was-was. Apalagi isu yang terdengar itu pelaku tidak hanya menculik, namun juga mengambil organ tubuhnya,” ungkapnya. Senada disampaikan Yansyah, warga Kecamatan. Menurut ayah satu anak ini, isu penculikan anak yang menyebar luas di masyarakat itu sangat mengganggu ketenangan keluarganya, sebab timbul kehawatiran akan keselamatan anaknya.

”Tidak hanya saya sebagai orang tua, anak saya yang sekarang duduk di bangku Kelas I SD tidak berani keluar rumah, bahkan ke Sekolah-pun harus diantar dan dijemput,” katanya. Yansyah mengaku tidak mengetahui sumber kabar tentang penculikan anak tersebut. Namun, pihaknya meminta Polisi untuk memperketat pengawasan dan mengklarifikasi isu penculikan itu jika tidak benar.”Supaya tidak timbul keresahan dan masyarakat bisa melakukan

aktivitas dengan tenang, kami harap kepada pihak kepolisian menyampaikan jika memang kabar penculikan itu tidak ada,” pintanya. Lebih jauh ia menjelaskan, kekhawatiran itu timbul terhadap orang yang tidak dikenal. Bahkan, orang gila-pun kerap menjadi intipan warga mengingat isu yang berkembang pelaku menyamar jadi orang gila.”Siapa saja yang melintas di depan rumah harus kami pantau. Bahkan orang Gila pun,”tutupnya. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here