Harga Sembako Jelang Nataru Merangkak Naik, Mairosa : “Kalau Naiknya Sampai Rp2.000 Masih Wajar”

234

KOTAAGUNG—Menjelang hari raya Natal dan meyambut tahun baru 2020, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tanggamus melakukan pemantauan disejumlah pasar tradisional yang ada di kabupaten setempat, Selasa (17/12). Pemantauan untuk mengetahui ketersedian stok barang khususnya Sembilan bahan pokok (Sembako) dan harga jualnya.

Kepala Diskoperindag, Mairosa mengatakan pasar tradisional yang dipantau meliputi Kecamatan Kotaagung, Wonosobo, Gisting dan Talang Padang.” Pantauan dipasar ini dilakukan selama dua hari kedepan. Sejumlah bahan pokok yang dipantau seperti beras,telur, minyak, sayur dan daging,” ujarnya.

Kemudian berdasarkan pantauan, Mairosa mengaku kenaikan berkisar Rp 2 ribu dan ini masih dianggap wajar.”Kalau naiknya barang rata-rata antara Rp1.000-Rp2.000 itu masih wajar yang paling penting untuk stok aman tidak ada kendala. Kalaupun nanti saat mendekati hari raya Natal barang sembako sulit didapatkan maka kita laksanakan operasi pasar,” ujar Mairosa didampingi Kabid Perdagangan Sukirman Basri.

Mairosa menambahkan, berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan baik itu di pasar Wonosobo dan Kotaagung kenaikan masih relatif stabil. Untuk Bawang merah dan bawang putih dari Rp24.000 naik jadi Rp 30.000, cabai besar Rp. 30.000, Tomat Rp. 8.000 naik menjadi Rp.12.000, telor ayam sebelumnya Rp.24.000 menjadi Rp.26.000. Minyak Kemasan masih bertahan Rp12.000/Kg, untuk beras premium masih Rp.12.000/Kg.” Sedangkan beras medium Rp9.000/Kg, terigu Segitiga Biru Rp8.000/Kg, sedangkan untuk daging ayam sebelumnya harga Rp24.000/kg kini menjadi Rp26.000/Kg. Kegiatan pengawasan atau monitoring evaluasi ini merupakan agenda rutin, terlebih menghadapi natal dan tahun baru 2020,”ujarnya.

Hal serupa juga bakal dilakukan Bagian Perekonomian Setdakab Tanggamus dengan melakukan monitoring disejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tanggamus, namun sebelum turun, Bagian Perekonomian lebih dahulu membentuk tim, karena melibatkan beberapa OPD dan stake holder lain.

“Kita akan memberikan laporan kepada pimpinan terlebih dahulu, lalu koordinasi dengan kepolisian, perizinan dan lainnya, karena yang turun nanti bukan kita saja akan tetapi melibatkan semua pihak,” ujat Kabag Perekonomian Firmalinda Umri. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here