Buronan Polda Banten, Diringkus Polsek Cukuhbalak

624
Ripan (27) pelaku pemerkosaan IRT yang menjadi Buronan Polda Banten dibekuk Polsek Cukuhbalak. Foto Polsek Cukuhbalak

CUKUHBALAK–Terhenti sudah pelarian Ripan (27) terduga pelaku pemerkosaan terhadap ibu rumah tangga (IRT) berinisial Tini (35) warga Desa Cilowong Kecamatan Taktakan Kota Serang Provinsi Banten. Pria yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Banten itu diringkus aparat dari Polsek Cukuhbalak.

Ripan sendiri merupakan warga Pekon Banjar Negeri Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus yang kabur ke Cukuh Balak setelah melakukan pemerkosaan di wilayah hukum Polda Banten.

Kapolsek Cukuh Balak Polres Tanggamus Ipda Eko Sujarwo mengatakan pelaku ditangkap berdasarkan pelaporan korban di Polda Banten dan informasi keluarga korban bahwa Ripan merupakan warga Cukuh Balak.

“Berdasarkan hal tersebut dan penyelidikan. Benar pelaku telah pulang ke rumahnya di Pekon Banjar Negeri Kecamatan Cukuh Balak, malam tadi, Kamis (4/12) pukul 20.00 WIB,” kata Eko Sujarwo melalui Whatspp, Jumat (6/12) petang.

Dikatakannya, guna proses penyidikan lebih lanjut di Polda Banten, saat ini pelaku telah di serahkan ke Polres Tanggamus menunggu penjemputan pihak Polda Banten.

“Intinya, kami hanya melakukan pengamanan sementara berdasarkan hasil koordinasi dengan Polda Banten, dikarenakan TKP pemerkosaan berada di wilayah Polsek Taktakan Polres Serang Kota Polda Banten. Pelaku akan diserahkan kesana oleh Polres Tanggamus,” pungkasnya.

Terpisah Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas membenarkan bahwa pelaku telah diamankan sementara di Polres Tanggamus setelah diserahkan oleh Polsek Cukuh Balak malam tadi.

Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi yang datang langsung dari Banten, perkosaan terhadap korban terjadi pada Sabtu, 31 Agustus 2019 sekitar pukul 03.00 Wib di gubuk Pertanian di Desa Taktakan Kecamatan Taktakan Kota Serang, Provinsi Banten.

Adapun modus operandi pelaku Ripan melakukan kejahatannya dengan cara mengaku bisa mengobati penyakit dan mengatakan kalau suami korban terkena santet bulu babi.

“Pelaku telah menginap dirumah ayah korban selama 2 hari, ia datang menemui korban yang juga tinggal dirumah itu mengajak mengambil obat di sebuah gubuk guna mengobati suaminya dan menyuruh korban membawa pisau, air minum dan buku yasin. Sesampainya di gubuk persawahan, lalu memperkosa korban dengan ancaman pisau,” jelasnya.

Kasat menegaskan, berdasarkan koordinasi dengan Polda Banten, pelaku diserahkan kesana oleh unit PPA Satreskrim Polres Tanggamus.”Siang tadi pelaku diantarkan ke Polda Banten oleh unit PPA,” tandas Edi Qorinas. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here