Bupati Ingin Kambing Etawa dan Saburai Dipatenkan Sebagai Produk Unggulan Tanggamus

232
SERAHKAN PIAGAM: Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani menyerahkan piagam kepada pemenang lomba kontes ternak peranakan etawa (PE) dan Saburai, yang dilaksanakan oleh Asponak Kabupaten Tanggamus, di Pekon Gisting Atas, Senin (2/12). Foto Hanibal Batman.

GISTING—Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani memuji pelaksanaan kontes ternak kambing peranakan etawa (PE) dan Saburai yang diselenggarakan Asosiasi Kelompok Peternak (Asponak) di Pekon Gisting Atas, Kecamatan Gisting, Senin (2/11).

Kontes ternak yang bertajuk “Pesta peternak Tanggamus ngopi bareng akhir tahun tersebut pesertanya tidak hanya datang kabupaten/kota se Lampung saja tetapi ada juga peserta dari Serang, Provinsi Banten.

Bupati dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan kontes ternak tersebut yang mana dapat menggerakkan sektor peternakan di Kabupaten Tanggamus umumnya Provinsi Lampung menjadi lebih baik.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Asponak dan seluruh pihak yang telah bekerja sama, sehingga kontes ternak ini dapat terlaksana dan ini bukan tahun pertama, akan tetapi telah menjadi agenda rutin Kabupaten Tanggamus, kedepan agar kiranya dapat dilaksanakan secara berkesinambungan,”ujar Dewi.

Bunda Dewi sapaan akrabnya menambahkan, Kabupaten Tangamus merupakan daerah yang kaya akan potensi sumber daya alam yang potensial untuk dikembangkan, salah satu yang dikenal selama ini yakni Kambing Saburai yang berasal Tanggamus dan telah memiliki banyak peminat, sehingga kedepan orang nomor satu di jajaran Pemkab Tanggamus tersebut berharap dapat dipatenkan sehingga menjadi salah satu produk serta komoditi unggulan dari Tanggamus, yang diakui legalitasnya secara hukum.

“Hari ini kontes ternak kambing peranakan etawa dan saburai yang kita lihat sangat luar biasa, tentunya capaian ini tidak mudah tanpa disertai dengan kemampuan dan pengetahuan yang baik dari para peternak, saya harapkan melalui kontes ini selain menjadi event dan wadah bagi para peternak, juga akan tercipta jejaring pasar yang lebih luas lagi,”ujarnya.

Sementara itu Ketua Asponak, Rintoko dalam laporannya menyampaikan, tujuan diadakan kontes kambing sebagai apresiasi kepada peternak yang sudah berjuang memajukan daerahnya melalui jalur peternakan, kemudian juga memberikan motivasi kepada peternak dan usahanya dalam memperbaiki produksi dan kualitas ternak yang dapat meningkatkan mutu genetic.

“Selain itu menjadi ajang silaturahmi dan koordinasi antar peternak pelaku usaha dari berbagai pihak dan memperluas jaringan mitra usaha bagi peternak,” ujarnya.

Dilanjutkan Rintoko bahwa peserta kontes kambing sebanyak 120 ekor yang berasal dari beberapa kecamatan di Kabupaten Tanggamus juga berasal dari beberapa daerah dari luar Kabupaten Tanggamus diantaranya dari Lampung Timur Lampung Tengah, Lampung Utara, kota metro, pesawaran, Lampung barat bahkan dari luar provinsi yakni Banten. Klasifikasi lomba terdiri dari jantan ekstrem, calon induk Saburai, calon pejantan Saburai, jantan Saburai dan peternak Etawa kelas A dan B,”pungkas Rintoko. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here