Diduga Roboh Karena Tidak Sesuai RAB, Dewan : Meterial GSG Harus Cek Labotarium

588

KOTAAGUNG—Robohnya sebagian dinding Gedung Serba Guna (GSG) di Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus yang masih dalam proses pembangunan pada, Kamis (14/11) lalu sekitar pukul 13.30 WIB, mendapatkan perhatian serius dari DPRD Kabupaten Tanggamus. Proyek yang menelan anggaran diatas Rp 500 juta itu diduga kuat dalam pengerjaannya tidak sesuai rancangan anggaran belanja (RAB).

Menurut Anggota DPRD Tanggamus, Baharen, angin kencang dan hujan deras yang disebut-sebut sebagai penyebab robohnya dinding tidak bisa dijadikan sebagai alasan.

“Potensi alam seperti hujan, angin kencang, petir dan lain-lain seharusnya sudah dihitung. Gak ada itu alasan karena hujan atau angin. Bisa jadi ambruknya dinding karena kualitas fisik bangunannya yang memang buruk ini harus kita cek di Labotarium,”tegasnya.

Politisi PPP itu menduga gedung yang dibangun dengan panjang 20,5 meter, lebar 9 meter dan tinggi 6 meter tersebut dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, terutama dalam hal pengadaan enternitnya.”Makanya kena angin sedikit ambruk. Ada indikasi Mark Up pada pengadaan meterial,”ujar Baharen

Selain itu Baharen meminta kepada aparat penegak hukum agar melakukan kajian dan memeriksa seluruh bagian bangunan termasuk mencari tahu apakah adanya pelanggaran dalam proses pembangunan.

“Ya, kita akan mendalami ini, berkoordinasi dengan pihak-pihak yang diperlukan. Kita juga akan lihat dokumen-dokumen perencanaan pembangunan seperti apa, kalau ada temuan di situ nanti akan diambil langkah tegas. Sekarang kita lihat dulu, apakah ada pelanggaran atau tidak. Meterial GSG harus di cek dilabotarium,” tutupnya.

Sementara itu Pj Kepala Pekon Tanjung Raja Hasan Suprapto ketika di Konfrimasi melalui telfon genggamnya mengaku jika ambruknya sebagian dinding bangunan GSG yang masih dalam proses pembangunan tersebut karena bencana alam.

Menurut Hasan saat kejadian diwilayah itu diterjang hujan deras yang disertai angin kencang.”Roboh karena bencana alam dan sekarang sedang diperbaiki,”ungkapnya. Ketika disinggung adanya dugaan dalam pengerjaanya yang tidak sesuai Rab, Hasan enggan menanggapinya.”Angin kencang dan hujan deras penyebab utamanya,”pungkasnya.

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian robohnya dinding bangunan GSG tersebut sudah dua kali, yang pertama langsung di perbaiki oleh pihak pekerja karena dinding yang roboh tidak begitu panjang.”Dulu bangunan GSG itu pernah roboh juga tapi tidak

separah yang ke dua ini.”kata salah satu sumber yang tidak menyebutkan namanya itu. Menurut sumber ini, sepanjang sejarah di pekonnya baru ini ada cerita bangunan roboh akibat angin dan hujan, tapi kalau roboh karena adukan semen yang kurang dan besi tidak sesuai ukuran, kemungkinan besar.”Kalau bangunannya berkualitas gak mungkin roboh,”terangnya. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here