100 Pasutri Ikuti Sidang Isbat Nikah

159

KOTAAGUNG–Sebanyak 100 pasang suami istri yang tersebar di lima kecamatan mengikuti sidang isbat nikah terpadu di Aula Islamic Center Kotaagung, Kamis (14/11). Sidang isbat terpadu ini merupakan inisiatif dari Pemkab Tanggamus melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Pelaksanaan sidang isbat terpadu ini dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan Setdakab Tanggamus Fathurahman mewakili Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani.

Fathurahman dalam sambutannya mengatakan bahwa sidang isbat terpadu merupakan pelayanan terpadu dengan tujuan sebagai meningkatkan akses terhadap pelayanan dibidang hukum dan
membantu masyarakat terutama yang tidak mampu dalam memperoleh hak atas akta perkawinan, buku nikah dan akta kelahiran.

“Masih banyak warga kita yang status perkawinannya belum mendapat kejelasan hukum karena tidak tercatat,sehingga kami memfasilitasi sidang isbat terpadu ini didalamnya ada Disdukcapil, Pengadilan Agama dan Kantor Kementerian Agama,”ujar Fathurahman.

Dikatakan Fathurahman bahwa, dalam sidang isbat terpadu ini mayoritas yang ikut adalah pasutri yang telah berumur. Hal ini lantaran kurangnya pengetahuan dari mereka mengenai hukum pernikahan. “Kalau diperhatikan yang banyak yang sudah sepuh, dulu mereka nikah yang penting sah secara agama. Dengan adanya sidang isbat terpadu ini yang tadinya tidak punya buku nikah menjadi punya,”ucapnya.

Sementara Ketua Pengadilan Agama (PA) Tanggamus, Asrori mengatakan bahwa Sidang Isbat Nikah terpadu adalah hakim memastikan apakah rukun dari pernikahan telah terpenuhi, jika rukun sudah terpenuhi maka dianggap sah, dan hakim akan membuat amar putusan mengenai status perkawinan.

“Jadi sidang isbat ini bukan nikah massal. Disini pasutri bisa mendapat kepastian hukum mengenai status pernikahannya. Setelah mendapat amar putusan dari hakim maka Kemenag memproses penerbitan buku nikahnya, “ujarnya.

Sementara Sekretaris Disdukcapil Tanggamus, Darma Setiawan mengatakan bahwa sidang isbat terpadu tahun 2019 ini diikuti oleh 200 pasang dengan sasaran sembilan kecamatan.

“Pelaksanaan sidang isbat nikah ini dibagi dalam dua tahap. Ditahap pertama untuk Kecamatan Pematangsawa, Bandarnegerisemuong, Kotaagung Barat, Gunung Alip dan Kotaagung dengan sasaran 100 pasang peserta, lalu pekan depan di Kecamatan Gisting yang pesertanya dari kecamatan Air Naningan, Pulaupanggung , Pugung, Talangpadang dan Gisting dengan jumlah 100 pasutri, “kata Darma.

Samnawi warga Way Tuba Kelurahan Kuripan salah satu pasutri yang mengikuti sidang isbat nikah terpadu mengaku senang, sebab sebentar lagi bakal miliki buku nikah.” Ya, senang dan sangat terbantu dengan adanya sidang isbat ini, kalau kemaren kan hanya nikah siri karena kami kurang memahami soal hukum, “kata Nawi yang menikah siri sejak tahun 1998 itu. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here