Terserang Hama Wereng Puluhan Hektare Sawah Gagal Panen

320

KOTAAGUNG–Ratusan hektare (Ha) sawah di tiga kecamatan terserang hama wereng. Dari ratusan ha tersebut puluhan ha diantaranya sawah sudah siap panen sehingga menyebabkan gagal panen.

Sawah ditiga kecamatan yang terdampak hama wereng tersebut yakni Kecamatan Wonosobo, Semaka dan Kecamatan Kotaagung.

Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Tanggamus, Hasanudin mengatakan rincian hektar sawah siap panen yang terserang hama wereng tersebut yakni untuk Kecamatan Wonosobo dengan klasifikasi ringan 71 ha, sedang 30 Ha, Berat 21 Ha dan Fuso dengan luasan 13 Ha, sedangkan untuk Kecamatan Semaka ringan 4 ha, sedang 2 ha, berat 4 ha dan fuso 1 ha. Kecamatan Kotaagung masing-masing mengalami kerusakan baik ringan hingga berat seluas 1 ha.

“Wilayah yang terserang hama wereng hingga mengalami gagal panen yakni Pekon Banjarsari, Banjarnegoro, Dadisari, Dadirejo Kecamatan Wonosobo. Sementara Kecamatan Semaka yakni di pekon Karangagung dan Srikaton dan untuk Kecamatan Kotaagung yakni di sawah di Kelurahan Baros,”kata Hasanuddin, Minggu (10/11).

Dari total puluhan ha sawah yang fuso akibat serangan hama wereng tersebut, ia memperkirakan hampir 50 hingga 60 ton padi gagal panen dengan estimasi satu ha menghasilkan 5-6 ton. Adapun upaya yang dilakukan, untuk mengantisipasi agar hama wereng tidak meluas pihaknya melibatkan keluarga tani, yang dibina oleh KUPT, pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang difasilitasi insektisida oleh dinas pertanian Provinsi Lampung untuk melakukan pengendalian massal disetiap wilayah yang terdampak hama wereng.

“Kita juga menggugah para petani dan dari dahulu sudah kita sampaikan untuk memutus mata rantai hama wereng ini diperlukan pola tanam tidak hanya padi saja, bisa ditanami dengan palawija, nah pada saat ditanami palawija ini hama yang masih ada secara otomatis akan mati dikarenakan tempatnya sudah tidak ada lagi, setelah itu baru bisa ditanam dengan padi kembali,”ujar Hasanudin.

Ia menambahkan, untuk saat ini berdasarkan laporan dari 20 kecamatan baru tiga kecamatan yang terdampak hama wereng hingga mengalami fuso, dan ia berharap untuk mengantisipasi hal serupa, kedepan para petani juga memahami bahwa tanam padi tidak selamanya harus tergenang air secara terus menerus karena idealnya ada waktu waktu tertentu tanaman padi tersebut dikeringkan hal ini diyakini bisa mengantisipasi hama wereng.

“Penanggulangannya juga ada satu lagi, kita berharap para petani mengikuti asuransi usaha tani, asuransi ini satu ha para petani membayar Rp 36 ribu, dan pada saat ada kejadian Fuso seperti ini mereka mendapatkan Rp 6 juta per ha, dengan demikian bisa menutupi kerugian,”tandas Hasanudin. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here