Sidak Pasar Kotaagung, Bupati Instruksikan Penataan Los Ikan

184
Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani melakukan sidak dipasar Kotaagung, Rabu siang (6/11).Dalam kesempatan itu bupati mengintruksikan kepada OPD terkait untuk membenahi Los Ikan Pasar Kotaagung, seperti paving dan pembuatan drainase. Foto Rio Aldipo

KOTAAGUNG–Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Kotaagung Rabu (6/11) siang. Ini dilakukan bupati usai menghadiri acara Bakti Sosial Alumni Keluarga Gajah Mada (Kagama) di Halaman Kantor Kelurahan Pasarmadang Kecamatan Kotaagung.

Dalam sidak bupati didampingi Sekda Tanggamus Hamid H Lubis, Kepala Bappelitbang Hendra Wijaya Mega, Plt Kadiskes Taufik Hidayat, Camat Kotaagung Syarif Zulkarnain dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Nuraini Lubis.

Selain mengamati kondisi pasar, Bupati juga berdialog dengan para pedagang, mulai dari mengenai harga jual bahan pokok, kebersihan pasar hingga omzet pedagang. Bupati juga membeli sejumlah bahan pokok.

Usai berdialog dengan pedagang sembako, Bupati langsung bergegas kebagian belakang pasar untuk melihat tempat berjualan ikan dan ayam. Dilokasi tempat penjualan ikan dan ayam bupati bupati ingin agar segera dilakukan pembenahan khususnya mengenai lantai pasar dan juga drainase.

“Ini pavingnya dibongkar ganti dengan yang baru, lalu drainasenya dibuat sehingga pembuangan air menjadi lancar tidak lagi tergenang dan becek, “ujar bupati kepada Kepala Bappelitbang Hendra Wijaya Mega.

Bupati juga meminta agar penataan tempat berjualan ikan nantinya tidak mengganggu aktivitas pedagang.” Kalau bisa saat paving dibongkar pedagang ini masih bisa tetap berdagang,”kata Dewi.

Selain lantai dan drainase, Bupati juga menyoroti mengenai sirkulasi udara dimana pasar ikan terasa panas. “Atapnya seng, jadi panas harus dilapisi terpal dan atur sirkulasi udara sehingga tidak gerah,” ucap Dewi.

Mendapat instruksi, kepala Bappelitbang Tanggamus Hendra Wijaya Mega mengatakan bahwa siap melaksanakan apa yang sudah diperintahkan tersebut. “Ya, nanti dilakukan penataan, fokusnya memang pasar ikan dulu agar tidak terlihat kumuh dan jorok. Setelah APBD ketok palu, Februari 2020 sudah bisa langsung action, anggarannya sebesar Rp300 juta yang diambil dari Pos Bude Sar’i (Bunda Dewi Serap Aspirasi dan Informasi) pada dinas PUPR Tanggamus,”kata Hendra. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here