Penyandang Disabilitas Ikuti Pelatihan Keterampilan

134

GISTING—Kegiatan pelatihan keterampilan dan bimbingan sosial bagi penyandang disabilitas fisik ringan maupun tuna rungu wicara yang sudah berlangsung selama enam hari lalu, di Aula Pekon Gisting Permai, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, kemarin (29/10) resmi ditutup oleh Kepala Dinas Sosial Tanggamus Zulfadli.

Menurut Zulfadli, apa yang sudah dihasilkan para penyandang disabilitas selama pelatihan ini merupakan karya yang sangat luar biasa. Pasalnya, manusia normal fisik belum tentu mampu menghasilkan karya seperti itu dengan waktu yang singkat.”Karya kalian luar biasa, saya acungi jempol. Tidak semua orang mampu membuat karya tas secantik ini,”kata dia.

Mantan Kabag Kesmas dan Keagamaan ini melanjutkan, kecacatan seharusnya tidak menjadi halangan bagi seseorang memperolah hak hidup dan hak mempertahankan kehidupannya. Tugas pemerintah adalah memberikan wadah bagi mereka penyandang disabilitas untuk mengembangkan karyanya.”Banyak penyandang disabilitas yang belum memiliki mata pencarian tetap. Maka kami melakukan pembinaan melalui pelatihan keterampilan seperti ini,”jelasnya.

Masih kata Zulfadli, oleh karena itu perlu dilakukan program pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat dipergunakan sebagai modal dalam menciptakan ataupun mencari pekerjaan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

Sementara itu Kasi Rehabilitas Sosial Tanggamus Indra Mayudin mendampingi pengurus LKS Alamanda Tanggamus Roswati kepada Radar Tanggamus mengatakan, kegiatan peningkatan keterampilan merupakan kegiatan perdana, namun kedepan akan menjadi agenda rutin dengan harapan agar kelak penyandang disabilitas bisa mandiri saat kembali ke tengah-tengah masyarakat. Selain itu peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal pemesaran hasil karya mereka ini.”Hasil karya mereka ini memiliki nilai yang jual tinggi, namun selama ini masih terkendala pemasaran,”katanya.

Ia mengaku, untuk kegiatan pelatihan keterampilan tersebut diikuti 15 peserta penyandang disabilitas. Kegiatan yang sudah berlangsung selama 6 hari itu sudah menghasilkan beberapa karya yakni, Tas, Sarung Galon dan Tissu yang semua nya terbuat dari kain.”Hasil karya mereka ini nantinya akan kita pasarkan di pasar lokal, karena untuk pasar besar belum ada link,”pungkasnya. (Zep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here