Gedung MTs Baiturahman Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

336
Petugas Pemadam Kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar empat ruangan di MTs Satu Atap Baiturahman Pekon Tiuh Memon Pugung, Selasa dinihari. Foto Unit Damkar Satpol PP

PUGUNG-Musibah kebakaran kembali terjadi diwilayah Kabupaten Tanggamus, kali ini kebakaran melanda bagunan Madrasah Tsnawiyah (MTs) Satu Atap Baiturahman yang berlokasi di Dusun Tanjung Sari Pekon Tiuh Memon Kecamatan Pugung Selasa (29/10) dinihari

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.30 Wib tersebut, namun empat lokal bangunan dan barang-barang sekolah tersebut hangus terbakar kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pasalnya 4 lokal terbakar meliputi ruang TU, kantor kepala sekolah, perpustakan dan laboratorium berisi barang berupa 20 unit laptop, buku pelajaran, ijazah asli siswa yang belum diambil, muebeler, alat peraga, alat laboratorium dan eralatan drum band.

Kabid Linmas Satpol PP Tanggamus, Jhon Awaludin membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut, menurut dia, pihaknya dihubungi oleh Camat Pugung pada pukul 03.00 WIB. “Kita menurunkan satu armada pemadam kebakaran dari Pos Talangpadang,” ujarnya.

Kapolsek Pugung, Ipda Okta Devi menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi M. Solehudin sekitar pukul 02.30 Wib, terdengar suara seperti benda jatuh, kemudian saksi keluar rumah dan melihat api sudah membakar ruang TU daj api juga merambat ke ruang kantor serta ruangan laboratorium.

Kemudian, anggota Polsek Pugung yang menerima informasi tersebut,. bersama masyarakat berusaha memadamkan api hingga kemudian datang serta satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Tanggamus membantu melakukan pemadaman.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 Wib, namun pendinginan hingga pukul 04.30 Wib,” jelas kapolsek.

Kapolsek menegaskan, berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP, dapat diketahui, kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

“Untuk penyebab diperkirakan api berasal dari hubungan arus pendek dari ruang TU, dengan kerugian diperkirakan Rp 800 juta,” tegas Okta Devi.

Ditempat sama, Solehudin selaku guru setempat, orang yang pertama kali mengetahui kebakaran mengaku terbangun mendengar suara. Bahkan awalnya ia menduga ada kejadian pencurian.

“Seperti orang dongkel pintu, setelah beberapa menit kemudian ternyata ada api yang menyala dari kantor TU. Saya sempat panik, kebetulan sekolah dekat rumah, saya sama istri berteriak meminta bantuan warga untuk memadamkan api,” kata Solehudin.

Lanjutnya, kemudian masyarakat berbondong-bondong dan damkar tiba sehingga api dapat dipadamkan. “Api dapat padam sekitar pukul 03.00 Wib,” tandasnya. (ral)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here