Warga Curhat Soal Infrastruktur Hingga PKH ke Bupati

247
Serap Aspirasi: Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani didampingi Wakil Bupati Tanggamus, Hi. AM. Syafi'i didampingi organisasi perangkat daerah (OPD) saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Forum Komunikasi Pelayanan Publik Implementasi, di balai pekon Airnaningan, Kecamatan Airnaningan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya dari Pemkab untuk memberikan pelayanan yang lebih efektif dan responsif kepada masyarakat. Foto Hanibal Batman

AIRNANINGAN—Kehadiran Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani beserta wakil bupati Hi.A.M Syafii ditengah-tengah masyarakat Kecamatan Airnaningan dimanfaatkan betul oleh masyarakat untuk menyampaikan sejumlah keluhan yang mulai dari perbaikan infrastruktur, bantuan program keluarga harapan (PKH), hingga insentif guru ngaji.

Keluhan masyarakat Airnaningan tersebut disampaikan dalam Forum Komunikasi Pelayanan Publik Implementasi Program Bunda Dewi Serap Aspirasi (Bude Sar’i), yang dilaksanakan di Pekon Airnaningan, Kecamatan Airnaningan, belum lama ini.

Herlinda, warga Pekon Way Harong, Dusun Batu Kapal, Kecamatan Airnaningan menyampaikan, bahwa ia berharap akses jalan di Dusun Batukapal dapat diperbaiki oleh Pemkab Tanggamus melalui dinas terkait, terlebih menurutnya akses tersebut sering dilalui oleh masyarakat setempat, baik itu masyarakat yang mengangkut hasil bumi maupun kepentingan lainnya seperti mengantar anak sekolah selali kesulitan pada saat melalui akses tersebut.

“Kami sangat berharap sekali kepada Bunda Dewi agar supaya memperbaiki jalan di dusun kami, sudah sangat lama kami mendambakan jalan di dusun kami itu bagus, seperti di dusun yang lainnya,”katanya.

Senada disampaikan, Sastra Gunawan, warga Pekon Margomulyo tersebut menginginkan Pemkab Tanggamus dapat mengupayakan perbaikan infrastruktur dari Margomulyo, hingga menuju Pekon Airbakoman, dapat diperbaiki selain akses jalan lanjutnya drainase juga menjadi sangat prioritas agar bisa dibangun di pekon tersebut.”Karena persoalan infrastruktur ini memang menjadi harapan dari kami kepada Pemkab Tanggamus, selain tentunya ada harapan lainnya, akan tetapi infrastruktur menjadi prioritas agar supaya bisa direalisasikan,”ujarnya.

Sementara itu, Hadi warga Pekon sinar Jawa, mengharapkan agar Pemkab Tanggamus dapat memberikan perhatian penuh kepada guru ngaji, selain itu lanjutnya program keluarga harapan (PKH) juga perlu perbaikan data, karena menurutnya selama ini yang masyarakat yang menerima bantuan PKH sebagian besar tidak tepat sasaran.

“Bahkan ada warga yang kurang mampu dan telah berumur 80 tahun dan ia sangat layak menerima bantuan justru tidak ada perhatian, persoalan ini juga sudah saya sampaikan langsung ke dinas terkait tetapi belum ada solusi,”terangnya.

Menanggapi, hal tersebut Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani menjelaskan bahwa perbaikan, serta peningkatan infrastruktur di Kabupaten Tanggamus memang harus dilaksanakan, hal ini penting karena infrastruktur merupakan salah satu penunjang lancarnya perekonomian masyarakat disuatu wilayah, namun menurut sampaian dari masyarakat tersebut tidak serta merta direalisasikan, mengingat ada wilayah lainnya yang juga perlu diprioritaskan.

“Namun bukan berati usulan tersebut kami abaikan juga, paling tidak dari usulan masyarakat tersebut kami memiliki gambaran bahwa kedepan akses tersebut akan diprioritaskan, salah satu contohnya akses di dusun batu kapal bulan ini juga akan diperbaiki melalui dana swakelola, namun sekali lagi bunda sampaikan, jika saudara kita yang berada di kecamatan dan di pekon yang lainnya juga perlu kita perhatikan, jangan sampai pembangunan yang dilakukan khususnya oleh Pemkab Tanggamus, tidak merata dan berkeadilan, bunda tidak mau seperti itu,”jelasnya.

Lalu kaitannya dengan persoalan PKH, Bupati mengharapkan kepada mitra sosial Pemkab Tanggamus agar supaya lebih detail mengupgrade data secara periodik berkala untuk mendata masyarakat yang layak menerima bantuan tersebut, ia juga berpesan kepada mitra sosial agar supaya jangan terpaku pada data saat ini tetapi pro aktif menanyakan kepada pusat agar diperbaharui sesuai dengan kondisi yang ada.

“Bunda juga menyampaikan, permohonan maaf jika ada masyarakat yang seharusnya layak menerima tetapi tidak tercantum dalam keluarga penerima manfaat, dan saya juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk sama sama mengawasi, jangan sampai ada KPM yang seharusnya tidak lagi menerima bantuan masih tercantum dalam KPM, sekali lagi Bunda sampaikan, jemput bola ke pusat kaitannya dengan pemutakhiran data agar dapat terupgrade, supaya mengikuti kondisi saat ini,”tandasnya. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here