IKM Diajarkan Jualan Online dan Permodalan

170

PRINGSEWU  – Sebanyak 50 Orang pelaku lndustri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Pringsewu  mengikuti Workshop Akses Pasar Produk Industri Kecil Dan Menengah Berbasis Online ( IKM Go On-Line ).

Agenda itu diinisiasi Dewan kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pringsewu berkerjasama dengan Dinas Koperindag , BRI Pringsewu, dan Shopee Indonesia bertempat di Aula STMIK Pringsewu,  Kamis (12/9). 

Ketua Dekranasda Pringsewu,  Nur Rohmah Sujadi dalam sambutanya mengataka di era teknologi yang berkembang sangat pesat Ini para pelaku usaha dituntut untuk Iebih menguasi teknologi tidak hanya dari segi pemasaran secara terbuka tetapi pemasaran melalui dunia Online. Worksop ini dimaksudkan agar para pelaku Industri Kecil dan Menengah memahami dan mempelajari system pemasaran berbasis online melalui Aplikasi Shopee Indonesia. 

“Tidak hanya dari segi pemasaran Akses Permodalan pun sangat krusial bagi para Pelaku Industri Kecil dan Menengah di Kabupaten Pringsewu. Salah satu akses permodalan melalui perbankan yang dalam hal ini BRI Cabang Pringsewu, “kata dia. 

Menurut Nur Rohmah Sujadi, bahwa IKM di Kabupaten Pringsewu sebanyak 3000 IKM yang tersebar di Sembilan Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Pringsewu dengan berbagai jenis produk. 

“Sehingga, untuk membantu para pelaku IKM dalam promosi dan pemasaran Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus berupaya mencari inovasi dan trobosan agar hasil kerajinan Kabupaten Pringsewu dapat dikenal ditingkat Daerah, Nasional maupun Internasional. Sementara ini, dalam mempromosikan produk hasil kerajinan para pelaku usaha Dekranasda Kabupaten Pringsewu bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian mengikuti event-event Promosi Pembangunan supaya lebih dikenal masyarakat luas,” ujarnya. 

Sementara, Kepala Diskoperindag Pringsewu,  Drs. Masykur Hasan mengatakan melalui workshop ini diharapankan  para pelaku  IKM bisa melakukan inovasi terobosan dengan mempromosikan produk secara online menggunakan aplikasi shope agar produk bisa dikenal keluar daerah. 

” Kita akan terus mengiring pelaku IKM bisa mengandeng kerjasama dengan pihak lain  dalam membantu promosikan produk secara online. Kalau IKM sudah berkembang omset besar tentu bisa merektut tenaga kerja di prioritaskan di sekitar lingkungan.  Setidaknya bisa membantu mengurangi anka pengangguran di kabupaten Pringsewu,”ujar dia.  

Dijelaskan Masykur,  bahwa para pelaku IKM sebagai penopang ekonomi masyarakat dari bawah di kabupaten Pringsewu. 
“Kita dari Diskoperindag berupaya IKM itu untuk berkembang dan meningkat kualitas produk nya melalui pembinaan dan pelatihan pelatihan serta mengikut event lain di masa yang akan datang, ” kata dia. 

Di lain sisi, Manager Dana BRI Kanca Pringsewu,  Sindy Almira mengatakan dalam workshop ini BRI hanya menfasilitasi para pelaku IKM dikabupaten Pringsewu bisa mendapatkan modal pinjaman dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

“Menbuatkan rekening IKM untuk transaksi penjualan di shopee lebih mudah dengan BRI mobiles. Sehingganya Barang yang dijual ketika sudah diterima pembeli nanti langsung bisa cair ke rekening masing-masing IKM,” terangnya. 

Terpisah, senior Development Shopee,  Achi mengatakan workshop ini tindak lanjut dari pertemuan Dekranasda bersama Shopee di Jakarta beberapa waktu lalu dengan UKM di Daerah yang ingin berkembang. 
“Jadi,  kita tidak pilih-pilih daerah mana siapa pun yang penting UKM mau berkembang.  Kebetulan di Pringsewu ini Diskoperindag support sekali dan para IKM  mau untuk mengembangkan UKM maka kita datang kesini memberikan edukasi dan praktek persiapan dalam berjualan secara online  , ” Pungkasnya.  (Mul) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here