Siasati Musim Kemarau, Ubah Pola Tanaman

567

KOTAAGUNG—Dinas Pangan dan Pertanian
KabupatenTanggamus mengimbau petani, untuk mengubah pola tanam menghadapi musim kemarau, hal ini dilakukan untuk menyiasati tanaman yang kekurangan air.

Sekretaris Dinas Pangan dan Pertanian Hasanudin, mengatakan saat musim kemarau volume air akan berkurang, untuk itu menurutnya ia menyarankan kepada petani untuk tidak memaksa menanam padi karena, hal itu mengingat tanaman tersebut membutuhkan air yang banyak.

“Jadi sebaiknya ubah pola tanam, yaitu mengganti tanaman lain selain padi. Ganti tanaman dengan palawija atau sayuran, jangan memaksa menanam padi lagi. Pola tanamnya bisa padi-padi-palawija, atau padi-palawija-palawija,” ujar Hasanuddin, mewakili Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Soni Isnaini, Kamis (5/9).

Ia menerangkan, sejatinya sawah memang tidak harus ditanami padi, bisa ditanam palawija seperti jagung, kacang, kedelai, ubi, dan sayuran. Sebab sawah tidak perlu digenangi air seperti menanam padi. Sehingga jenis-jenis itu cocok saat musim kemarau. Sedangkan bagi sawah yang sumber airnya mencukupi agar kiranya dapat hemat air. Lahan sawah tidak harus tergenang, cukup berlumpur saja, dan airnya dialirkan ke sawah lainnya. Agar jangan sampai terjadi saling berebut aliran air.  

“Selain masalah air, kerawanan saat musim kemarau adalah serangan hama. Seperti  hama tikus, lalu berbagai jenis wereng, serta organisme pengganggu tanaman lainnya. Untuk mengatasi hama-hama itu perlu pemanfaatan musuh alami hama-hama tersebut. Upayakan jangan terus menerus menggunakan obat kimia karena bisa berdampak juga pada tanaman dan hama menjadi lebih kebal,” terang Hasanuddin

Pemilihan bibit padi yang cocok dengan musim kemarau, juga menurutnya merupakan faktor penting untuk jenis bibit yang biasa digunakan di Tanggamus yakni bibit padi Ciherang, Mekongga, IR 64, Cilamaya Muncul. Dan ia berharap petani terus waspada akibat dampak yang ditimbulkan pada musim kemarau

“Jangan sampai ada tanaman padi yang alami puso akibat kemarau. Sehingga perubahan pola tanam itulah yang sangat penting, Di Tanggamus daerah yang rawan kemarau khususnya masalah air di Kecamatan Pugung, Talang Padang, Bulok, serta kecamatan lain yang miliki hamparan sawah sedikit. Sebab lokasinya tidak ada sumber air besar seperti sungai,”tandasnya. (iqb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here