Innalillahi, Muchtar Hasan Berpulang

752

BANDARNEGERISEMUONG–Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Provinsi Lampung kembali berduka, Hi. Muchtar Hasan, S. H salah satu putera terbaiknya yang juga tokoh Lampung berpulang kerahmatullah, Senin (2/8) pukul 08. 35 WIB di Rumah Sakit Puri Cinere, Jakarta.

Jenazah almarhum Muchtar Hasan langsung diberangkatkan dari Jakarta menuju Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Dalam keberangkatannya dari Jakarta ke Tanggamus,Jenazah Alm Muchtar Hasan dikawal sejumlah pejabat dari kepolisian diantaranya Kapolda Banten Irjend Pol Tomsi Tohir dan Dirkrimsus Polda Lampung. Jenazah tiba dirumah duka Pekon Rajabasa Kecamatan Bandarnegerisemuong sekitar pukul 21.00 WIB, disambut secara adat, adapun pihak keluarga yang menyambut yakni Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke 23, SPDB Pangeran Brigjend (Purn) Edward Syah Pernong dan dari Pemkab Tanggamus, Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani. Turut hadir sejumlah pejabat baik kepolisian maupun sipil dirumah duka, diantaranya Wakil Bupati Tanggamus Hi AM Syafii, Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal, Bupati Pringsewu Sujadi Sadat, Plh Kapolres Tanggamus AKBP Joko Bintoro dan jajaran Pejabat Utama Polres Tanggamus dan Kepala Kesbangpol Tanggamus Ajpani.

Berly Hasanal selaku anak tertua dari Alm Muchtar Hasan mengatakan, Almarhum sempat disemayamkan untuk memberikan kesempatan bagi sanak saudara maupun masyarakat yang hendak melayat. Lalu disalatkan di Masjid Al-Hasan Pekon Rajabasa selanjutnya dikebumikan di tempat pemakaman keluarga Keramat Gunung Panjang Pekon Gunung Doh pukul 22.00 WIB.

Dikatakan Berly bahwa bupati Tanggamus sempat menyampaikan kata sambutan yang intinya mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Muchtar Hasan yang merupakan salah satu tokoh di Provinsi Lampung. “Beliau tokoh yang patut diteladani, sebagai sekda pertama di Lampung saat Gubernurnya pak Zainal Abidin dan beliau banyak jasanya bagi Lampung,” kata Berly menirukan perkataan bupati.

Masih kata Berly bahwa, Alm ayahnya masuk rumah sakit Cinere sejak Jumat, kondisinya memburuk Senin pagi dan menghebuskan nafas terakhir. “Sakitnya komplikasi ada paru-paru, hipertensi dan gangguan usus. Sakit beliau ini diawali dari stroke 2015 lalu,” ucapnya.

Dilanjutkan Berly bahwa ayahnya semasa hidup berkarir sebagai birokrat dan pengajar di IAIN dan APDN. “Beliau PNS
Yakni menjabat sebagai Direktur Pemerintahan Umum, Ditjend PUOD Depdagri, lalu dipercaya menjabat sebagai Sekdaprov Lampung, salah satu tokoh IAIN Raden Intan Lampung, penggagas Universitas Lampung dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung Periode 1999-2004,”ujarnya.

Berly juga mengenang pesan terakhir ayahnya yang meminta agar masyarakat Lampung bisa selalu hidup rukun, begitu juga dengan keluarga. “Beliau berpesan agar masyarakat Lampung ini rukun jangan ada gesekan karena perbedaan suku budaya maupun agama. Anggota keluarga juga diminta rukun,” ucapnya.

Dilanjutkan Berly, bahwa kendati sudah berusia lanjut, namun ayahnya masih tetap semangat dan bercita-cita berkebun lada. “Obsesi beliau mau berkebun lada, kebetulan tanahnya sudah ada di Pekon Rajabasa, namun ternyata Allah berkehendak lain,” pungkas Berly. (ral)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here