Harga Kakao Masih Bertahan Tinggi

90

KOTAAGUNG- Harga komoditas biji kakao kering di tingkat petani Kabupaten Tanggamus bertahan tinggi mencapai Rp25.000 per kilogram dalam sepekan terkahir.

“Pasokan dari petani masih menurun sehingga harga di tingkat pengumpul bertahan tinggi,” kata Suparman, pengumpul di Kecamatan Kotaagung, Minggu (1/9).

Ia mengatakan, sekarang ini pasokan kakao dari petani berkurang cukup signifikan dampak dari musim kemarau yang berlangsung sejak tiga bulan lalu dengan minimnya curah hujan di daerah itu.

“Buah kakao yang dipanen juga lebih sedikit dengan penurunan hingga 50 persen karena banyak buah kakao yang mati mengering dan berjatuhan sebelum siap panen,” katanya.

Selain itu, sekarang ini banyak tanaman kakao petani yang tidak berbuah akibat musim kemarau dengan menggugurkan daun dan sebagian ada yang benar-benar mati karena kekurangan air.” Pengumpul juga cukup kesulitan mendapatkan pasokan dari petani dalam jumlah besar seperti saat normal,”ujarnya.

Tidak jauh berbeda dengan Man, Wardi pengumpul lainnya mengatakan, penurunan produksi kakao kurang lebih sejak dua bulan lalu karena tanaman sama sekali tidak mendapatkan pasokan air hujan sejak beberapa bulan lalu. Disamping itu, kendati harga kakao bertahan tinggi namun kualitas kakao petani cenderung menurun akibat banyak yang tidak berisi dan ukuran biji lebih kecil bahkan tidak berkembang atau bantat.

“Jika kakao melimpah untuk jenis ini akan dibeli dengan harga rendah pada kisaran Rp 20.000 per kilogram, namun karena saat ini langka maka pengumpul tetap membelinya dengan harga tinggi,” pungkasnya.(Ark).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here