Kritik Sosial, Warga Upacara di Dasar Sungai Way Bulok

666
Upacara peringatan HUT Ke-74 RI di dasar sungai Way Bulok, Pekon Bulukerto, Gadingrejo, Sabtu (17/8). FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID

Radartanggamus.co.id – Masyarakat di Pekon Bulukarto, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu melaksanakan upacara peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI di dasar sungai Way Bulok, Sabtu (17/8). Sejumlah organisasi ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate, Truck Community hingga siswa PAUD.

Tidak hanya itu. Sejumlah peserta upacara di dasar sungai yang mengering itu mengenakan kebaya. Lagu-lagu nasional juga diputar dan warga diajak bergabung melalui pengeras suara masjid.

Ketua pemuda setempat Eko mengatakan, upacara di dasar sungai yang kering dipersiapkan sejak awal Agustus lalu. “Swadaya masyarakat. Termasuk perapihannya (sungai) juga dengan gotong royong,” kata Eko.

Lelaki yang akrab disapa Eboth ini menambahkan, sejumlah peserta upacara berasal dari daerah lain. “Banyak dari luar pekon ingin berpartisipasi. Tapi pertimbangan lokasi, tidak semua dapat terakomodir,” ungkapnya.

Selain bentuk keceriaan memperingati HUT RI, terselip juga kritik sosial mengingat aliran sungai tersebut kerap mengering. “Iya mas, petani kerap tak bisa panen karena sungainya mengering,” sebut dia.

Layaknya upacara di tempat umum, peserta juga disiapkan posisi masing-asing dengan penanda tulisan. Upacara dengan Inspektur Plt. Pekon Kuncoro Sancoko. Usai upacara dilanjutkan dengan makan bersama, juga di dasar sungai. (sag/ais)

Sumber : Radarlampung.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here